PADANG

Titik Api di Sumbar Turun, Pemprov Ingatkan Ancaman Karhutla

×

Titik Api di Sumbar Turun, Pemprov Ingatkan Ancaman Karhutla

Sebarkan artikel ini
Proses pemadaman api. Antara/Ho-Humas BMKG Pekanbaru.

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah titik api di wilayah tersebut turun lebih dari 50 persen pada periode 14-23 Agustus 2026.

“Jumlah titik api di Sumbar mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan sebelumnya. Kami berharap ini bisa dipertahankan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Tasliatul Fuaddi di Padang, Senin.

Ia mengatakan berdasarkan data Sipongi Gakkum Kehutanan, pada periode 1-13 Agustus 2026 terpantau sebanyak 232 titik api di wilayah Sumbar.

Titik api tersebut tersebar di sejumlah kabupaten/kota, dengan jumlah terbanyak terpantau di Kabupaten Pesisir Selatan, disusul Dharmasraya, Pasaman, Pasaman Barat, Sijunjung, dan Lima Puluh Kota.

Sementara itu, pada periode 14-23 Agustus 2026, jumlah titik api turun lebih dari separuh menjadi 103 titik.

Baca Juga  Upacara HAB ke-79, Gubernur Mahyeldi Berharap Kemenag Jadi Contoh dalam Penyelenggaraan Pemerintah

Tasliatul meminta pemerintah daerah bersama masyarakat terus mempertahankan tren penurunan tersebut dengan meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.

“Perlu upaya kita bersama dalam meningkatkan kewaspadaan agar jumlah titik api di Sumbar tidak naik lagi,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah juga telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mencegah terjadinya kebakaran, termasuk larangan membuka lahan dengan cara dibakar.

Ia mengatakan larangan tersebut sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak membakar sampah. Para petani juga diminta tidak membakar jerami setelah panen.

“Bagi warga yang beraktivitas di hutan seperti berburu atau berladang, jangan lakukan pembakaran atau membuang puntung rokok sembarangan,” katanya.

Baca Juga  Pawai Telong-telong Tutup Kemeriahan Festival Siti Nurbaya 2024

Tasliatul menambahkan, puncak dampak kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino diperkirakan terjadi pada Agustus-September 2026.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan sehingga kewaspadaan masyarakat dan pemerintah daerah perlu terus ditingkatkan. (rdr/ant)