BERITA

BRIN Dorong Hilirisasi Tambang Berorientasi Teknologi Masa Depan

×

BRIN Dorong Hilirisasi Tambang Berorientasi Teknologi Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Kepala BRIN Arif Satria. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan program hilirisasi dan industrialisasi di sektor pertambangan tidak boleh lagi hanya mengandalkan teknologi jangka pendek yang berisiko cepat usang.

Dalam agenda BRIN Goes To Industry 5 (BGTI 5) bertajuk Hilirisasi Riset dan Inovasi Sektor Pertambangan di Jakarta, Selasa, Arif mengatakan pelaku industri harus mulai memproyeksikan perkembangan teknologi masa depan agar investasi bernilai besar tidak kehilangan relevansinya akibat perubahan teknologi yang sangat cepat.

“Jangan sampai kita melakukan kegiatan industrialisasi dan investasi yang berbasis pada teknologi jangka pendek. Membangun pabrik atau industri butuh waktu dua hingga tiga tahun, saat baru selesai, teknologinya sudah usang karena sudah muncul teknologi baru,” katanya.

Baca Juga  Deepfake hingga DDoS, Keamanan Siber Jadi Ujian Serius Indonesia

Menurut Arif, laju perkembangan teknologi global saat ini berlangsung sangat cepat. Karena itu, perancangan riset maupun pembangunan fasilitas hilirisasi tidak boleh hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga harus mempertimbangkan arah perkembangan teknologi pada masa mendatang.

Ia mendorong ekosistem industri pertambangan untuk melakukan forecasting atau proyeksi tren teknologi sebagai dasar penyusunan strategi investasi, setidaknya untuk memetakan arah perkembangan industri hingga 2035–2040.

“Kita harus menggunakan AI, expert, serta kemampuan membaca tren dunia, sehingga kita bisa memahami ke depan itu teknologi apa yang kira-kira akan dipakai,” ujarnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Arif mengatakan BRIN terus memperkuat perannya dalam membantu industri menyusun proyeksi perkembangan teknologi melalui riset dan analisis berbasis data.

Baca Juga  Kena OTT KPK, Wali Kota Bekasi Diduga Terlibat Suap Pengadaan Barang dan Lelang Jabatan

Pendekatan itu diharapkan mampu mengidentifikasi teknologi dan instrumen yang akan tetap relevan bagi sektor pertambangan dan energi dalam beberapa dekade mendatang.

Melalui sinergi antara lembaga riset dan pelaku industri, Arif berharap proses hilirisasi mineral di Indonesia dapat berjalan lebih efektif, memiliki daya saing tinggi di pasar global, serta mampu mengikuti laju inovasi teknologi yang berkembang di negara-negara maju. (rdr/ant)