PADANG, RADARSUMBAR.COM – Wali Kota Padang Fadly Amran mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Kota Padang.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG pada Sabtu (5/7), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi dan dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di lokasi yang berisiko serta terus memantau informasi cuaca dari instansi berwenang.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami mengimbau seluruh warga agar tetap waspada, terutama yang sedang berada di kawasan pantai, di bawah pohon, maupun di lokasi yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem,” kata Fadly Amran.
Fadly juga meminta seluruh Kelompok Siaga Bencana (KSB) meningkatkan kesiapsiagaan. Pasalnya, masa libur sekolah dan akhir pekan membuat aktivitas masyarakat di sejumlah objek wisata, khususnya kawasan pantai, meningkat.
Ia mengatakan telah menginstruksikan BPBD Kota Padang bersama KSB di kawasan Pantai Air Manis dan objek wisata lainnya untuk mengimbau seluruh pengunjung segera naik ke daratan dan menjauhi bibir pantai guna mengantisipasi potensi gelombang tinggi maupun cuaca yang membahayakan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengatakan hingga Sabtu sore pihaknya baru menerima satu laporan pohon tumbang di kawasan Simpang Haru akibat hujan disertai angin kencang. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah diterjunkan untuk melakukan penanganan.
“Hingga saat ini belum ada laporan banjir, rumah tertimpa pohon maupun tanah longsor. Namun kami tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang berada di kawasan pesisir karena angin kencang berpotensi memicu gelombang yang lebih tinggi,” ujarnya.
BPBD Kota Padang juga mengajak masyarakat segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing serta mengutamakan keselamatan selama cuaca ekstrem masih berlangsung.
“Kami telah memerintahkan seluruh personel BPBD bersama unsur terkait untuk tetap bersiaga melakukan penanganan apabila terjadi bencana di wilayah Kota Padang,” kata Hendri. (rdr/ant)












