JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.
“Sejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,” ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23/8).
Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.
BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.
“BNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,” kata Berton.
Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.
Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.
“Setiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,” tuturnya.
Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.
Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.
“Data sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,” ucapnya. (rdr)











