KESEHATAN

Dokter: Miom Bisa Dioperasi dengan Tetap Mempertahankan Rahim

×

Dokter: Miom Bisa Dioperasi dengan Tetap Mempertahankan Rahim

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi miom. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Spesialis Kebidanan dan Kandungan Eka Hospital MT Haryono dr. Sita Ayu Arumi mengatakan miom pada kondisi tertentu dapat ditangani melalui operasi dengan tetap mempertahankan rahim.

Menurut dia, penanganan miom dan kista berukuran besar saat ini dapat dilakukan dengan teknik bedah minimal invasif, termasuk bedah robotik ginekologi, yang memungkinkan tindakan lebih presisi dengan masa pemulihan relatif lebih cepat.

“Pilihan prosedur tetap harus ditentukan berdasarkan ukuran, jumlah, dan lokasi miom atau kista, kondisi kesehatan pasien, serta rencana kehamilan,” kata Sita Ayu Arumi di Tangerang, Rabu.

Miom merupakan benjolan jinak yang tumbuh dari otot rahim. Sementara itu, kista ovarium merupakan kantung yang dapat berisi cairan atau jaringan dan tumbuh di indung telur. Kista ovarium pada sejumlah kasus tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Baca Juga  Musim Hujan, IDAI Minta Orang Tua Lebih Waspada Kesehatan Anak

Sita menjelaskan teknologi bedah robotik da Vinci Xi yang digunakan dalam penanganan miom dan kista merupakan salah satu metode operasi minimal invasif di bidang ginekologi.

Dalam prosedur tersebut, dokter bedah mengendalikan instrumen robotik melalui konsol khusus. Teknologi tersebut memungkinkan dokter melakukan tindakan dengan tingkat presisi dan fleksibilitas yang lebih tinggi.

Beberapa keunggulan yang dapat diperoleh melalui bedah minimal invasif antara lain sayatan yang lebih kecil, bekas luka yang lebih minimal, serta potensi nyeri dan perdarahan yang lebih rendah. Masa pemulihan juga relatif lebih cepat dibandingkan dengan prosedur bedah terbuka pada kondisi tertentu.

“Jika pasien didiagnosis memiliki miom, kista berukuran besar atau disarankan menjalani operasi angkat rahim dan ingin mendapatkan pendapat medis kedua atau second opinion, maka teknologi bedah robotik bisa jadi pilihan,” katanya.

Baca Juga  Waspada Digital Dementia, Penurunan Daya Ingat Akibat Pakai Gadget Berlebihan

Sebagai spesialis kebidanan dan kandungan dengan fokus pada Minimally Invasive Gynecologic Surgery (MIGS) dan kesehatan reproduksi, Sita mengatakan persiapan sebelum menjalani bedah robotik meliputi pemeriksaan diagnostik dan skrining kesehatan sebelum operasi.

Selanjutnya, prosedur pembedahan serta perawatan setelah operasi disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Ia menekankan bahwa keputusan mengenai jenis tindakan medis, termasuk apakah rahim dapat dipertahankan, harus mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan setiap pasien.

“Jangan biarkan rasa takut kehilangan rahim membatasi seseorang untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat,” ujarnya. (rdr/ant)