JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Dokter spesialis gizi klinik Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K) mengingatkan bahwa risiko dehidrasi meningkat saat musim kemarau karena cuaca panas membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat sebagai mekanisme untuk mengatur suhu.
“Jika kehilangan cairan tidak diimbangi dengan asupan yang cukup, dapat terjadi dehidrasi. Kondisi ini dapat mengganggu sirkulasi, fungsi ginjal, konsentrasi, dan pengaturan suhu tubuh, bahkan meningkatkan risiko heat-related illness,” kata Luciana kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Presiden Perhimpunan Nutrisi Indonesia (Indonesian Nutrition Association/INA) itu menyampaikan sejumlah tanda kekurangan cairan yang kerap tidak disadari, seperti haus, mulut kering, sakit kepala, mudah lelah, pusing, dan menurunnya konsentrasi.
“Pada lansia, perlu dicermati karena sensasi haus dapat berkurang sehingga dehidrasi dapat terjadi tanpa rasa haus yang nyata,” ujar Luciana.
Menurut Luciana, berbagai jenis minuman memang berkontribusi terhadap asupan cairan, tetapi kandungan di dalamnya dapat memberikan efek lain bagi tubuh.
Ia mengatakan konsumsi kopi dan teh secara berlebihan pada sebagian orang dapat meningkatkan produksi urine karena efek diuretik kafein. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kehilangan cairan dan risiko dehidrasi, terutama jika asupan cairan tidak mencukupi.
Sementara itu, minuman manis dapat menambah asupan gula dan kalori. Jika dikonsumsi berlebihan, minuman tersebut dapat meningkatkan asupan energi dan memengaruhi kadar gula darah.
“Minuman yang mengandung elektrolit dapat bermanfaat saat kehilangan cairan cukup banyak, tetapi perlu diperhatikan kandungan gula, natrium, dan elektrolitnya,” ujar dokter lulusan Universitas Indonesia itu.
Luciana menekankan air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari.
Untuk mencegah dehidrasi, terutama saat musim kemarau, ia mengatakan warna urine dapat menjadi indikator praktis status hidrasi. Semakin pekat warna urine, semakin besar kemungkinan tubuh kekurangan cairan.
Ia juga menyarankan masyarakat minum secara teratur tanpa menunggu haus, terutama sebelum, selama, dan setelah melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Bawa air minum, tingkatkan asupan saat banyak berkeringat, hindari aktivitas berat pada cuaca sangat panas, dan konsumsi buah serta sayuran yang banyak mengandung air,” tuturnya. (rdr/ant)










