BERITA

Rp1,7 Triliun Disiapkan Kemnaker untuk Cetak Ratusan Ribu Pekerja Hijau

×

Rp1,7 Triliun Disiapkan Kemnaker untuk Cetak Ratusan Ribu Pekerja Hijau

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/11/2024). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/11/2024). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengalokasikan anggaran Rp1,7 triliun untuk pelatihan 270 ribu peserta sebagai upaya mencetak pekerja hijau dan mendukung transisi menuju industri ramah lingkungan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan meningkatnya kesadaran korporasi terhadap aspek keberlanjutan menuntut kepatuhan yang lebih ketat, mulai dari sumber energi, tata kelola limbah, hingga standardisasi bahan baku ramah lingkungan untuk komoditas ekspor.

“Merespons pergeseran masif ini, Kemnaker menegaskan komitmen untuk tidak membiarkan industri dan tenaga kerja domestik tertinggal,” katanya saat peringatan Hari Ozon Sedunia di Bekasi, Rabu.

Menurut dia, peluang penyerapan tenaga kerja di sektor hijau telah terbukti. Sebagai gambaran, kolaborasi lintas kementerian dalam pengelolaan sampah dan sektor pemilahan beberapa waktu lalu menghasilkan ribuan lapangan kerja baru.

Baca Juga  Pascarehabilitasi, Kemnaker Siapkan Pelatihan dan Kesempatan Kerja bagi Penyintas Narkoba

Kemnaker, kata Yassierli, melakukan intervensi dari hulu hingga hilir untuk mengawal transisi tersebut melalui sejumlah langkah, antara lain memutakhirkan skema sertifikasi dengan memperbarui standar kompetensi kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri hijau.

Selain itu, Kemnaker memperkuat kesiapan instruktur dan fasilitas dengan memastikan balai pelatihan memiliki instruktur yang andal serta sarana dan alat peraga yang memadai.

Kemnaker juga menggandeng Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memetakan dan memperluas kapasitas Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang siap menguji kompetensi sumber daya manusia di sektor industri hijau.

Yassierli turut menginstruksikan kepala balai pelatihan vokasi dari Sabang sampai Merauke untuk memperbarui skema kompetensi di masing-masing wilayah.

Menurut dia, langkah tersebut diperlukan mengingat kebutuhan tenaga kerja teknisi pendingin udara (AC) tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga  Pascasurvei LSI, Andre Rosiade: 50,5% Orang Minang Pilih Prabowo

Yassierli mengatakan alokasi anggaran Rp1,7 triliun yang bersumber dari anggaran kepresidenan tersebut diperuntukkan bagi kegiatan pelatihan tenaga kerja hijau sebagai bentuk keseriusan pemerintah mengimplementasikan konsep green jobs.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk membiayai paket pelatihan bagi 270 ribu orang pada tahun ini. Kemnaker memastikan sebagian besar kuota peserta pelatihan akan diarahkan secara spesifik untuk mencetak tenaga kerja hijau atau green workers.

Dengan dukungan anggaran, infrastruktur balai vokasi, dan regulasi sertifikasi, Kemnaker optimistis tenaga kerja Indonesia dapat memenuhi kebutuhan industri yang menerapkan standar lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia di pasar global. (rdr/ant)