DHARMASRAYA

Kabut Asap Memburuk, Pemkab Dharmasraya Bagikan 5.000 Masker

×

Kabut Asap Memburuk, Pemkab Dharmasraya Bagikan 5.000 Masker

Sebarkan artikel ini
ilustrasi pakai masker

PULAUPUNJUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Sumatera Barat, membagikan 5.000 masker kepada warga sebagai upaya mengantisipasi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kualitas udara yang memburuk karena kabut asap.

Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya Yosta Defina mengatakan pembagian masker dilakukan di enam titik, yakni di depan RSUD Sungai Dareh, depan Kantor Bupati Dharmasraya, Sikabau, Koto Baru, Sungai Rumbai, dan Tiumang.

“Karena kualitas udara di Dharmasraya kembali memburuk, atas arahan ibu bupati kita kembali membagikan masker kepada pengguna jalan hari ini,” kata Yosta di Pulau Punjung, Selasa.

Menurut dia, Dinas Kesehatan juga telah mengarahkan seluruh puskesmas untuk membagikan masker di wilayah kerja masing-masing agar perlindungan terhadap masyarakat dapat dilakukan secara lebih luas.

Baca Juga  Pencuri Emas di Dharmasraya Dapat Bogem Mentah Massa

Yosta mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan karena nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Dharmasraya tercatat 136 atau berada dalam kategori tidak sehat.

“Kalaupun memang terpaksa harus beraktivitas di luar, gunakan masker dan banyak minum air putih,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang berkaitan dengan paparan udara tidak sehat, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak atau sulit bernapas, maupun iritasi mata.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dharmasraya Martin Efendi mengatakan berdasarkan hasil pemantauan sejak 23 September 2026 hingga saat ini tidak terpantau adanya titik api di wilayah Dharmasraya.

Menurut dia, kabut asap yang dirasakan masyarakat merupakan asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi, seperti Jambi dan Sumatera Selatan.

Baca Juga  Kemenkes Ingatkan Risiko Kesehatan akibat El Nino, Warga Diminta Waspada

Pemkab Dharmasraya juga memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk jenjang pendidikan PAUD hingga SMP selama dua hari, mulai Rabu (7/10) hingga Kamis (8/10), setelah sebelumnya kegiatan belajar tatap muka diliburkan pada Selasa.

“Iya, untuk libur sekolah diperpanjang selama dua hari. Pembelajaran tatap muka akan dimulai kembali apabila kualitas udara mulai membaik setelah dilakukan evaluasi nantinya,” kata Martin.

Selama pelaksanaan PJJ, satuan pendidikan diminta memanfaatkan berbagai platform pembelajaran dalam jaringan (daring) dengan menyesuaikan metode, materi, dan aktivitas pembelajaran sesuai kondisi masing-masing sekolah. (rdr/ant)