PADANG, RADARSUMBAR.COM-Di tengah perlambatan pertumbuhan industri perbankan nasional, fundamental PT Bank Nagari tetap menunjukkan kondisi yang sehat hingga Juni 2026. Hal itu tercermin dari kuatnya permodalan, meningkatnya komposisi dana murah, serta kualitas kredit yang masih berada dalam batas aman regulator.
Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026, penyaluran kredit Bank Nagari tercatat Rp25,47 triliun atau tumbuh tipis 0,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) Gross meningkat menjadi 2,76 persen dari sebelumnya 2,15 persen. Sementara NPL Net naik dari 0,55 persen menjadi 0,89 persen.
Meski mengalami kenaikan, kedua rasio tersebut masih jauh di bawah ambang batas maksimal 5 persen yang ditetapkan regulator, sehingga kualitas aset Bank Nagari masih tergolong sehat.
Pada sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp26,32 triliun atau turun 2,70 persen dibandingkan Juni 2025. Penurunan terutama berasal dari deposito yang berkurang 12,50 persen menjadi Rp13,58 triliun.
Namun demikian, struktur pendanaan justru semakin kuat karena dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) meningkat 10,48 persen menjadi Rp12,74 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong kenaikan saldo giro sebesar 21,68 persen dan tabungan sebesar 6,03 persen.
Peningkatan CASA membuat rasio dana murah naik signifikan dari 42,64 persen menjadi 48,42 persen. Kondisi ini memberikan ruang yang lebih besar bagi Bank Nagari untuk menjaga efisiensi biaya dana sekaligus meningkatkan daya saing.
Dari sisi permodalan, Bank Nagari juga menunjukkan penguatan. Modal inti meningkat 4,76 persen menjadi Rp3,97 triliun, sedangkan Capital Adequacy Ratio (CAR) naik dari 22,09 persen menjadi 22,63 persen. Rasio tersebut jauh di atas ketentuan minimum regulator dan menjadi modal penting bagi ekspansi bisnis ke depan.
Sementara itu, total aset Bank Nagari tercatat sebesar Rp33,04 triliun atau turun tipis 2,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan normalisasi penghimpunan dana masyarakat dan tidak memengaruhi kekuatan fundamental perseroan.
Di sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) meningkat menjadi 96,79 persen dari sebelumnya 93,98 persen. Meskipun sedikit berada di atas kisaran ideal, kondisi tersebut masih ditopang oleh struktur dana murah yang semakin kuat, likuiditas yang memadai, serta permodalan yang kokoh.
Dengan fundamental yang tetap sehat, kualitas aset yang terjaga, efisiensi yang terus membaik, dan modal yang kuat, Bank Nagari dinilai memiliki ruang yang cukup untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan pada paruh kedua 2026. (*)











