OPINI

Hoegeng Awards untuk Apa Jika Oknum Polisi Sendiri Mencampakkan Keteladanan ke Comberan?

×

Hoegeng Awards untuk Apa Jika Oknum Polisi Sendiri Mencampakkan Keteladanan ke Comberan?

Sebarkan artikel ini
ilustrasi polisi
ilustrasi polisi

Buat apa ada Hoegeng Awards setiap tahun, kalau setiap hari masih ada oknum anggota Polri yang mencampakkan nilai-nilai keteladanan itu sendiri ke dalam comberan?

Oleh: Erizal – Warga Kota Padang

Belum selesai penyelidikan terhadap seorang AKBP yang melakukan dugaan pelecehan seksual terhadap Polwan berpangkat Brigadir, kini muncul lagi seorang Kombes yang melakukan dugaan pemukulan (main hakim sendiri) terhadap seorang sopir di jalan raya. Ini terjadi di lingkungan Polda Sumbar. Belum lagi di Polda-Polda se-Indonesia.

Kabarnya, Kombes itu berinisial TF, Direktur Reskrimum. Sementara korban yang dipukul adalah Bill Irzano, sopir mobil dinas. Kejadian terjadi di jalan raya menuju Bandara Internasional Minangkabau, kemarin, pada sekitar pukul 13:00 siang.

Baca Juga  Hasto tak Ditahan, Ada Apa dengan KPK?

Sebetulnya, tidak ada terjadi tabrakan. Tapi sopir mobil dinas itu tetap dipukul. Sopir mobil dinas memotong mobil sang Kombes dari sebelah kiri, karena dilihat kosong; karena terburu-buru. Tapi aksi sopir itu dinilai sang Kombes membahayakan dirinya, hingga dia turun dan memukul sang Sopir.

Dalam keterangannya, sopir mobil dinas itu sudah mengaku meminta maaf berkali-kali, tapi Kombes itu tak peduli dan tak menghiraukannya, hingga kaca matanya pecah, akibat pemukulan sang Kombes.

Belakangan, Kombes itu tak mengaku terjadinya pemukulan. Kaca mata pecah, karena sopir itu disandarkan ke mobil. Kasus ini sedang diusut oleh Propam Polda Sumbar, seperti kasus dugaan pelecehan seksual anggota Polwan, yang kabarnya juga belum jelas.

Baca Juga  Aniaya Ibu Kandung, Pria 35 Tahun di Padang Diciduk Polisi

Kejadian-kejadian seperti ini kalau terus berulang, maka bisa membuat kepercayaan masyarakat terhadap anggota Polri terus menurun. Sangat arogan. Bukannya mengajarkan masyarakat bagaimana menghormati hukum secara benar, justru oknum anggota ini mencontohkan yang sebaliknya.

Main hakim sendiri, karena merasa hukum ada di tangannya dan bisa diterapkan di mana saja dan kapan saja. (**)