BERITA

Kemenkes Ingatkan Risiko Kesehatan akibat El Nino, Warga Diminta Waspada

×

Kemenkes Ingatkan Risiko Kesehatan akibat El Nino, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi seorang warga berjalan di tengah kabut asap yang pekat. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memantau situasi dan meningkatkan kesiapsiagaan nasional menghadapi risiko kesehatan akibat fenomena iklim El Nino.

Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan langkah perlindungan kesehatan diperkuat di seluruh daerah sesuai dengan tingkat risiko masing-masing wilayah.

“El Nino bukan hanya persoalan cuaca dan iklim, tetapi berdampak pula pada kesehatan masyarakat karena keterbatasan air bersih, peningkatan suhu, karhutla, penurunan kualitas udara, serta potensi gangguan ketahanan pangan,” ujar Widyawati di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan Kemenkes akan terus memantau perkembangan situasi dan memperkuat langkah perlindungan kesehatan masyarakat sesuai dengan tingkat risiko di setiap wilayah.

Untuk menekan risiko gangguan kesehatan, masyarakat diimbau melakukan langkah pencegahan secara mandiri, antara lain dengan mengenakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara tidak sehat.

Masyarakat juga diminta memantau Indeks Kualitas Udara (IKU) secara berkala serta memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi akibat peningkatan suhu.

Baca Juga  Petani Kelapa Sawit di Agam Tak Panen, Penyebabnya Harga TBS Anjlok

Apabila mengalami gejala sesak napas atau keluhan kesehatan lainnya, masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

Kemenkes juga meminta masyarakat tetap tenang dan selektif dalam menerima informasi serta tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya.

Masyarakat diimbau mengikuti pembaruan kondisi cuaca dari instansi berwenang serta memperoleh informasi kesehatan melalui rujukan resmi Kemenkes dan pemerintah daerah setempat.

“Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada. Lindungi diri, lindungi keluarga, dan lindungi kelompok masyarakat yang paling rentan,” kata Widyawati.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi ancaman kekeringan di Indonesia berakhir seiring masuknya musim hujan pada Oktober hingga Desember 2026.

Meski demikian, fenomena El Nino di Samudra Pasifik diproyeksikan bertahan hingga kuartal I 2027.

Baca Juga  Hadapi El Nino Ekstrem, Mentan Pastikan Stok Beras Aman hingga Juni 2027

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/9), menjelaskan masyarakat perlu membedakan keberlangsungan fenomena El Nino secara global dengan dampaknya terhadap kondisi iklim di Indonesia.

“Dampak El Nino terhadap kekeringan di Indonesia akan selesai dengan masuknya musim hujan yang dimulai bertahap pada Oktober, November, hingga Desember, meskipun fenomena El Nino di Pasifik diprediksi bertahan hingga akhir kuartal pertama 2027,” katanya.

Ardhasena menjelaskan El Nino merupakan anomali suhu muka laut yang berpusat di Samudra Pasifik. Fenomena tersebut memiliki siklus panjang dan dapat memengaruhi berbagai kawasan dunia dengan dampak yang berbeda-beda.

Di Indonesia, dampak utama El Nino berupa penurunan curah hujan dan kemarau panjang diprediksi berakhir ketika sirkulasi angin monsun memasuki wilayah Nusantara dan memicu pembentukan awan hujan. (rdr/ant)