BERITA

Kasus Campak Meningkat, 4 Daerah di Sumsel Berstatus KLB

×

Kasus Campak Meningkat, 4 Daerah di Sumsel Berstatus KLB

Sebarkan artikel ini
ilustrasi campak
ilustrasi campak. (Foto: Ist)

PALEMBANG, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Kesehatan menetapkan empat daerah di Sumatera Selatan sebagai kejadian luar biasa (KLB) campak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Ira Primadesa, mengatakan empat daerah tersebut yakni Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Rawas Utara.

“Di Sumsel ada empat daerah yang ditetapkan sebagai KLB campak,” ujarnya di Palembang, Senin.

Ia menjelaskan, dua daerah yang telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium adalah Palembang dan Prabumulih.

Di Kota Palembang tercatat 578 kasus suspek dengan 90 kasus positif. Rinciannya, Januari terdapat 60 kasus positif dari 127 suspek, Februari 30 kasus positif dari 255 suspek, dan Maret terdapat 196 suspek tanpa kasus positif.

Baca Juga  KPU Sumbar: Anggaran yang Dibutuhkan untuk Pilgub 2024 Rp354 Miliar

Sementara di Prabumulih tercatat 76 kasus suspek dengan 16 kasus positif. Seluruh kasus positif terjadi pada Januari, sedangkan Februari dan Maret hanya ditemukan kasus suspek tanpa konfirmasi positif.

Selain itu, KLB suspek campak juga terjadi di Kabupaten Banyuasin dan Musi Rawas Utara. Di Banyuasin terdapat 15 kasus suspek dengan lima positif, sedangkan di Musi Rawas Utara terdapat 66 kasus suspek dengan delapan kasus positif.

Ira menegaskan peningkatan cakupan imunisasi menjadi langkah penting untuk mengendalikan penyebaran campak.

“Diperlukan cakupan imunisasi rutin yang tinggi dan merata serta pelaksanaan imunisasi massal di daerah KLB,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah untuk memperkuat imunisasi rutin maupun imunisasi kejar, baik di wilayah KLB maupun daerah lainnya.

Baca Juga  Antisipasi KLB Campak, Pemko Bukittinggi Gencarkan Imunisasi Anak

Secara keseluruhan, hingga 30 Maret 2026 tercatat 1.243 kasus suspek campak di Sumatera Selatan dengan 184 kasus positif.

Rinciannya, Januari terdapat 381 suspek dengan 151 kasus positif, Februari 530 suspek dengan 33 positif, dan Maret 332 suspek tanpa kasus positif.

Tren tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan dan upaya pencegahan yang lebih intensif guna menekan penyebaran campak di wilayah tersebut. (rdr/ant)