BERITA

Kepala BGN Tegaskan Program MBG Tetap Jalan, Anggaran Diefisienkan

×

Kepala BGN Tegaskan Program MBG Tetap Jalan, Anggaran Diefisienkan

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menegaskan komitmennya untuk meningkatkan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui efisiensi anggaran, penguatan kualitas layanan, serta penataan ulang penerima manfaat.

Komitmen tersebut disampaikan Nanik usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6).

Menurut Nanik, BGN akan memastikan program MBG tetap berjalan optimal tanpa mengurangi tujuan utama pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

“Kami fokus pada efisiensi anggaran agar tidak membebani anggaran negara saat ini, tetapi tanpa mengubah target pemberian gizi kepada masyarakat,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, BGN akan memberlakukan moratorium sementara untuk mengkaji kebutuhan ideal jumlah dapur MBG yang beroperasi di berbagai daerah.

Evaluasi dilakukan guna memastikan kapasitas dapur yang tersedia sesuai dengan jumlah penerima manfaat di masing-masing wilayah.

Baca Juga  Pemkab Pasaman Barat Segera Luncurkan Program MBG, BGN Perketat Pengawasan SPPG

“Kita tata apakah dapur ini memang diperlukan untuk melayani penerima manfaat yang ada atau justru kapasitasnya berlebihan,” kata Nanik.

Selain itu, BGN akan melakukan penataan ulang penerima manfaat agar program lebih tepat sasaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan intervensi gizi diberikan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.

“Jadi kita akan arahkan benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang membutuhkan intervensi gizi. Ini akan kami fokuskan kembali sehingga dapat diketahui apakah jumlah penerima yang ada saat ini memang seluruhnya membutuhkan atau perlu dilakukan penyesuaian,” ujarnya.

BGN juga akan menitikberatkan perhatian pada peningkatan kualitas pelaksanaan program. Menurut Nanik, pemerintah tidak hanya mengejar perluasan cakupan layanan, tetapi juga memastikan seluruh dapur MBG yang telah beroperasi memenuhi standar dan petunjuk teknis yang berlaku.

Baca Juga  Upaya Jokowi Damaikan Rusia-Ukraina Disebut sebagai Bentuk Balas Budi Indonesia

“Kami juga sudah menyampaikan kepada Presiden bahwa pada tahun 2026 fokus kami bukan hanya kuantitas, tetapi kualitas. Karena itu kami akan mengecek apakah dapur-dapur yang ada saat ini sudah sesuai dengan petunjuk teknis atau belum,” katanya.

Untuk memperluas jangkauan layanan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), BGN akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BUMN, perusahaan swasta, dan mitra pembangunan.

Menurut Nanik, skema pendanaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hibah, maupun dukungan dunia usaha dapat menjadi alternatif untuk mempercepat perluasan layanan MBG di daerah yang belum terjangkau investor.

Melalui berbagai langkah tersebut, BGN menargetkan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat. (rdr)