PULAUPUNJUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, membagikan ribuan masker kepada pengguna jalan di kawasan Pulau Punjung, Rabu, untuk mengantisipasi dampak kabut asap yang menyebabkan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya Novandri Ismi mengatakan berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara di daerah tersebut pada Rabu berada pada angka 125–130 atau masuk kategori tidak sehat.
“Nilai tersebut menunjukkan kualitas udara mulai berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara,” ujarnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dharmasraya Martin Efendi mengatakan pembagian masker merupakan tindak lanjut arahan Bupati Annisa Suci Ramadhani sebagai bentuk respons pemerintah daerah terhadap kondisi udara dan kesehatan masyarakat.
“Sesuai arahan Ibu Bupati, kita mengambil langkah-langkah penting dalam menghadapi kebakaran hutan dan mengantisipasi dampaknya, termasuk membagikan masker kepada pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan,” katanya.
Martin mengatakan pembagian masker tidak hanya dilakukan di kawasan Pulau Punjung, tetapi akan dilanjutkan ke seluruh kecamatan hingga nagari melalui camat.
Dengan demikian, masyarakat di wilayah lain juga dapat memperoleh perlindungan dari dampak kabut asap.
Pemkab Dharmasraya mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker.
Terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Martin mengatakan Pemkab Dharmasraya melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) menyiagakan personel serta peralatan pemadam kebakaran.
Pemerintah daerah juga terus melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan jajaran TNI dan Polri, untuk mencegah dan menangani karhutla di lapangan.
Selain itu, pemerintah daerah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang dapat memicu karhutla sekaligus memperburuk kondisi kualitas udara.
“Kita mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan. Mari bersama-sama mencegah karhutla demi menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan kita bersama,” kata Martin.
Sebagai informasi, berdasarkan kategori ISPU, nilai 0–50 masuk kategori baik, 51–100 sedang, 101–200 tidak sehat, 201–300 sangat tidak sehat, sedangkan nilai 301 atau lebih masuk kategori berbahaya. (rdr/ant)










