JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perayaan Idul Adha bukan sekadar ritual ibadah semata, tetapi juga momentum berbagi kebahagiaan dan pemenuhan gizi bagi masyarakat luas.
“Idul Adha ini sebetulnya identik dengan bulan berbagi. Kita berharap melalui momentum ini, semua orang bisa mencicipi gizi hewani, baik melalui jalur ibadah kurban maupun skema bantuan sosial seperti yang kita lakukan, salah satunya di Masjid Istiqlal,” ujar Menag di Jakarta, Rabu.
Menag mengungkapkan, semangat berbagi dalam momentum Idul Adha tahun ini juga datang dari kalangan non-Muslim. Dari total hewan yang diterima Masjid Istiqlal, sebagian di antaranya berasal dari masyarakat umum dan institusi keagamaan lain, termasuk Gereja Katedral Jakarta.
“Banyak teman kita yang non-Muslim juga menyerahkan hewan kurban. Bahkan hampir separuh dari total hewan yang ada berasal dari masyarakat umum yang mungkin niatnya tidak dimasukkan sebagai kurban secara syariat Islam. Kami sangat mengapresiasi toleransi dan kepedulian sosial ini,” kata Nasaruddin.
Ia menjelaskan, secara syariat Islam, ibadah kurban memang diperuntukkan bagi Muslim yang mampu. Namun, partisipasi masyarakat non-Muslim dinilai menjadi bentuk solidaritas sosial yang patut diapresiasi, terutama di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap daging kurban.
Untuk mengakomodasi berbagai bentuk kontribusi tersebut, Masjid Istiqlal menerapkan tiga skema pengelolaan, yakni hewan kurban syariat, penitipan Dam dari jamaah haji, serta bantuan sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Skema CSR diterapkan untuk menampung kontribusi perusahaan maupun individu non-Muslim dalam bentuk sedekah sosial guna memperkuat distribusi daging kepada masyarakat.
Hingga Idul Adha 1447 Hijriah, Masjid Istiqlal menerima 63 ekor sapi, 18 ekor kambing, dan seekor domba. Seluruh hewan mulai disembelih pada 28 Mei 2026 dan didistribusikan kepada masjid, mushala, panti asuhan, pondok pesantren, madrasah, hingga perguruan tinggi Islam yang memiliki relasi dengan Istiqlal.
“Insya Allah sistem pertanggungjawaban di Istiqlal ini kami lakukan dengan transparan. Nanti kami laporkan kembali kepada para penyumbang sesuai dengan bentuk penyerahan dan niatnya masing-masing,” ujarnya.
Menag juga mengonfirmasi bahwa Masjid Istiqlal menerima hewan kurban dari Presiden dan Wakil Presiden yang diserahkan secara resmi pada malam takbiran.
Ia berharap Idul Adha tahun ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial antarumat beragama.
“Kita ingin masyarakat Indonesia tersenyum pada saat Idul Adha, merasakan kebersamaan lewat bantuan dari manapun datangnya,” kata Menag. (rdr/ant)












