EKONOMI

Menkeu Purbaya Sebut Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Sudah Selesai

×

Menkeu Purbaya Sebut Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Sudah Selesai

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kereta cepat Whoosh. (ANTARA/HO-KCIC/pri.)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) telah rampung dan tinggal menunggu pengumuman resmi pemerintah.

“Sudah kelar (restrukturisasi), tinggal diumumkan,” ujarnya dalam acara Simposium PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) 2026 di Jakarta, Rabu.

Purbaya mengatakan hasil restrukturisasi tersebut juga telah disampaikan kepada pemerintah China. Langkah itu dilakukan untuk menjaga hubungan bilateral jangka panjang serta kepercayaan antara kedua negara.

“Kemarin saya ketemu Menteri Keuangan China. Ini kan berhubungan dengan hubungan jangka panjang Indonesia–China. Saya sudah sampaikan keputusan ini, tinggal diumumkan,” tuturnya.

Namun demikian, ia belum bersedia mengungkapkan rincian hasil restrukturisasi tersebut. Menurutnya, pengumuman resmi akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca Juga  Assesment Kearsipan Internal Semen Padang, Departemen Keuangan Raih Terbaik I

“Nanti diumumkan Pak AHY. Saya tidak berhak menyampaikan sekarang. Yang jelas sudah diputuskan, tinggal menunggu waktu pengumuman,” kata Purbaya.

Terkait kemungkinan kehadiran perwakilan China dalam pengumuman resmi, ia belum memberikan kepastian dan menegaskan hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah.

Sebelumnya, Purbaya menyebut proyek yang dikelola PT KCIC tersebut sempat mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) serta persoalan koordinasi antarinstansi.

Menurutnya, restrukturisasi diperlukan untuk memastikan keberlanjutan proyek serta menjaga keseimbangan pembagian risiko antara Indonesia dan China.

“Kalau ada kerugian, ya ditanggung bersama. Kita berapa persen, mereka berapa persen,” ujarnya.

Ia juga menilai salah satu penyebab cost overrun adalah lemahnya pengawasan selama proses pembangunan.

Baca Juga  Pelaku Usaha Kecil di Agam Dilatih Strategi Bisnis dan Branding Produk secara Online

“Proyeknya sebenarnya bagus, tetapi tidak diawasi dengan baik sehingga ketika ada masalah tidak tertangani. Akhirnya terjadi cost overrun hingga puluhan triliun rupiah,” kata Purbaya. (rdr/ant)