PARITMALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menuntaskan normalisasi Sungai Batang Anai di Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, setelah aliran sungai berubah akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Padang Pariaman El Abdes Marsyam mengatakan normalisasi tersebut mengembalikan aliran sungai ke bawah jembatan sehingga masyarakat kini dapat beraktivitas dengan lebih aman.
“Dengan kembalinya aliran sungai ke bawah jembatan, masyarakat kini dapat beraktivitas dengan lebih aman. Risiko yang selama ini mengancam warga saat melintasi kawasan tersebut dapat ditekan secara signifikan,” kata El Abdes di Parik Malintang, Kamis.
Ia mengatakan pekerjaan yang berlangsung sekitar dua bulan itu menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana sekaligus memulihkan konektivitas masyarakat yang sempat terganggu akibat perubahan alur sungai.
Dengan aliran sungai kembali ke posisi semula, jembatan darurat yang sebelumnya tidak dapat difungsikan kini kembali menjadi akses utama warga.
Sebelum normalisasi dilakukan, warga terpaksa menggunakan rakit sederhana yang terbuat dari tong oli bekas untuk menyeberangi sungai karena aliran air bergeser dari bawah jembatan.
Menurut El Abdes, kondisi tersebut membahayakan keselamatan masyarakat. Bahkan, sempat terjadi insiden seorang warga hanyut saat menyeberang menggunakan rakit.
Pemerintah juga kembali mengoperasikan jembatan darurat sebagai akses sementara hingga pembangunan jembatan permanen terealisasi.
Untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari, pemerintah berencana menambah lampu penerangan di sekitar jembatan darurat tersebut.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau berhati-hati karena jembatan yang digunakan saat ini masih bersifat sementara.
El Abdes menjelaskan normalisasi dilakukan secara bertahap menggunakan alat berat. Pada awal pekerjaan, pemerintah mengoperasikan satu unit ekskavator, kemudian menambahnya menjadi empat unit agar pengerjaan dapat dipercepat.
“Pekerjaan dimulai dari awal karena perubahan alur sungai pascabencana cukup signifikan sehingga diperlukan pembentukan kembali jalur aliran sungai,” ujarnya.
Ia mengatakan normalisasi dilakukan sepanjang hampir 200 meter di masing-masing sisi sungai untuk mengurangi potensi perubahan alur sungai pada masa mendatang.
Selain meningkatkan perlindungan kawasan dari ancaman bencana, pekerjaan tersebut juga diharapkan menjaga kelancaran mobilitas ribuan warga yang setiap hari memanfaatkan jalur itu untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan aktivitas lainnya.
Menurut El Abdes, rampungnya normalisasi Sungai Batang Anai menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana sekaligus mengembalikan akses transportasi masyarakat. (rdr/ant)












