AGAM

Banjir Bandang Berulang di Tanjung Raya, Pemkab Agam Minta BWS V Normalisasi Sungai

×

Banjir Bandang Berulang di Tanjung Raya, Pemkab Agam Minta BWS V Normalisasi Sungai

Sebarkan artikel ini
Warga mengungsi di rumah saudara saat banjir bandang melanda dua jorong di Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Senin (6/7/2026) malam. (ANTARA/HO/BPBD Agam)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengusulkan normalisasi Sungai Batang Kumayo di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) V. Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi pendangkalan sungai yang kerap memicu banjir saat curah hujan tinggi.

“Kami telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) V terkait pendangkalan aliran sungai. Kami diminta mengusulkan normalisasi sebagai langkah antisipasi banjir bandang susulan,” kata Kepala BPBD Agam Rahmat Lasmono, didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur, di Lubuk Basung, Minggu.

Rahmat menjelaskan, aliran Sungai Batang Kumayo kembali tertimbun material batuan. Material tersebut merupakan sisa banjir bandang yang melanda kawasan itu pada akhir November 2025 dan sebelumnya telah dibersihkan.

Namun, saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Senin (6/7), material kembali menimbun badan sungai sehingga aliran air tersumbat dan meluap hingga menggenangi permukiman warga di dua jorong.

Baca Juga  Sempat Lumpuh, Jalur Lubuk Basung–Bukittinggi kembali Dilalui Kendaraan

“Kejadian ini sudah berulang kali terjadi karena material batuan cukup labil. Ketika hujan turun, material kembali menimbun badan sungai sehingga menyebabkan pendangkalan,” ujarnya.

Akibat banjir bandang yang terjadi pada Senin (6/7), sebanyak 80 warga di Jorong Labuah dan Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, sempat mengungsi.

Di Jorong Labuah, banjir merendam dua rumah warga dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Sebanyak 50 jiwa mengungsi ke rumah kerabat dan warga sekitar.

Sementara itu, di Jorong Kubu, dua rumah juga terendam dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Sebanyak 30 jiwa mengungsi ke rumah kerabat.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi ruas jalan sepanjang sekitar delapan meter dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter sehingga menyulitkan akses kendaraan.

Baca Juga  117 Penyintas Banjir Bandang Agam Siap Tempati Huntara di Palembayan

“Tidak ada korban jiwa akibat banjir bandang. Saat kejadian, aliran listrik sempat padam dan jaringan telepon seluler juga terputus,” kata Rahmat.

Ia menambahkan, kondisi banjir saat ini telah surut dan seluruh warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Menurut Rahmat, banjir bandang dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (6/7) siang. Kondisi itu diperparah oleh pendangkalan Sungai Batang Kumayo akibat endapan material banjir bandang yang beberapa kali terjadi sejak November 2025, sehingga kapasitas sungai berkurang dan air mudah meluap. (rdr/ant)