PADANG

Padang Masuk Enam Besar Nasional Penilaian Pelayanan Perizinan dan Investasi 2026

×

Padang Masuk Enam Besar Nasional Penilaian Pelayanan Perizinan dan Investasi 2026

Sebarkan artikel ini
Padang masuk enam besar layanan terbaik. (dok. istimewa)
Padang masuk enam besar layanan terbaik. (dok. istimewa)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Kota Padang masuk dalam enam nominasi terbaik nasional dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Daerah Tahun 2026.

Tahapan penilaian berlanjut melalui uji petik yang dilakukan tim penilai di Kota Padang, Kamis (13/8/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang dan disambut Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bersama jajaran OPD terkait serta perwakilan pelaku usaha.

Tim uji petik terdiri dari Dannu Idris dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Eduardo Edwin Ramda dari Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), M. S. Prasetyo dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Satrio dari PT Surveyor Indonesia.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan komitmen Pemko Padang menjadikan kemudahan berusaha dan investasi sebagai bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha dan seluruh perangkat daerah menjadi kunci agar investasi dapat berkembang dengan dukungan pelayanan yang cepat, mudah dan memiliki kepastian.

Melalui Program Unggulan (Progul) Padang Melayani, kata Maigus, Pemko Padang terus menyiapkan berbagai potensi daerah untuk menarik investasi. Mulai dari pengembangan kawasan wisata, revitalisasi pasar dan UMKM, hingga optimalisasi potensi Teluk Bayur.

Baca Juga  Dekranasda Kota Padang Hadirkan Produk Unggulan di INACRAFT 2025

Digitalisasi pelayanan juga terus didorong untuk mempermudah masyarakat maupun pelaku usaha mengakses layanan pemerintah. “Kami tidak ingin penghargaan hanya menjadi tujuan. Yang paling penting, ini menjadi motivasi bagi kami untuk semakin terpacu memberikan pelayanan terbaik kepada siapa pun, terutama calon-calon investor yang masuk ke Kota Padang,” ujar Maigus.

Ia menambahkan, Pemko Padang mengusung konsep sinergi dan kolaborasi dalam pengembangan investasi. “Kita ingin Padang menjadi kota yang terbuka bagi dunia, sehingga potensi yang kita miliki bisa dikembangkan dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Maigus juga berharap Kota Padang mampu meraih predikat terbaik dalam penilaian tersebut. “Kata Pak Wali, yang juara itu cuma satu yaitu nomor satu. Mudah-mudahan Padang mendapat hadiah menjadi kota terbaik di Indonesia dari segi pelayanan dan fasilitasi terhadap investasi,” ujarnya.

Sementara itu, Eduardo Edwin Ramda mengatakan, Kota Padang sebelumnya telah melalui sejumlah tahapan penilaian, mulai dari penilaian mandiri, verifikasi dan validasi lapangan hingga penetapan nominasi.

Baca Juga  Pemko Padang Gelar Exit dan Entry Meeting dengan BPK Sumbar terkait Belanja Anggaran 2025

Berdasarkan rangkaian penilaian tersebut, Padang memperoleh hasil sangat baik dan berhasil masuk enam besar dari sekitar 500 lebih kabupaten/kota di Indonesia. “Setelah uji pemaparan pekan lalu, hari ini kita lanjutkan dengan uji petik. Harapannya, kegiatan ini dapat menggambarkan implementasi dan percepatan pelayanan perizinan berusaha di daerah,” kata Eduardo.

Ia menjelaskan, penilaian mengacu pada Peraturan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 2 Tahun 2022 serta petunjuk teknis dalam Keputusan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 134 Tahun 2023.

Salah satu aspek utama yang dinilai ialah komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan kemudahan perizinan berusaha berbasis risiko sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.

Menurut Eduardo, masuknya Kota Padang sebagai nomine menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan perizinan sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif.

“Kami berharap Padang mampu menunjukkan kinerja terbaik dan meraih predikat best of the best melalui pelayanan yang mudah, cepat, transparan, serta mendukung percepatan investasi,” tutupnya. (rdr)