JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Presiden Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 30.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat beroperasi secara optimal pada akhir 2026 untuk memperkuat koperasi sebagai pusat ekonomi rakyat sekaligus mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat desa.
“Target kita 30.000 koperasi beroperasi secara optimal pada akhir 2026. Ini target,” ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat.
Prabowo mengatakan saat ini sebanyak 10.000 KDKMP telah beroperasi. Dari jumlah tersebut, 3.300 koperasi telah beroperasi secara optimal, sedangkan sisanya masih dalam tahap penyesuaian.
Menurut dia, koperasi yang beroperasi optimal ditandai dengan tersedianya seluruh sarana pendukung, mulai dari listrik dan air hingga sistem digital untuk memantau stok secara terpusat.
Koperasi tersebut juga telah mampu menjalankan fungsi sebagai offtaker atau pembeli hasil pertanian dan perikanan masyarakat setempat.
Selain itu, koperasi dilengkapi sarana transportasi untuk mengangkut hasil produksi masyarakat. Menurut Prabowo, fasilitas tersebut penting untuk mencegah hasil panen rusak akibat tidak terserap pasar atau terkendala pengangkutan.
“Tidak ada lagi nanti panen yang rusak, karena tidak ada yang membeli, karena tidak ada truk yang bisa mengambil panen tersebut. Mangga yang rusak, rambutan yang rusak, tomat yang rusak, wortel yang rusak, insya Allah ini bisa kita bantu rakyat kita secara optimal,” katanya.
Prabowo menilai pembangunan dan penguatan koperasi desa merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan fondasi ekonomi nasional yang bertumpu pada masyarakat.
Ia menegaskan pemerintah perlu menetapkan target yang tinggi agar seluruh pihak terdorong bekerja lebih maksimal untuk mencapainya.
“Target harus tinggi, bekerja keras, Insyaallah sampai. Kalau saya taruh target 12.000 (koperasi) nanti sampainya 11.000. Kalau nanti 30.000 sampainya 29.000,” ucapnya. (rdr/ant)












