KESEHATAN

Psikolog Beberkan 5 Cara Atasi Cemas Saat Hidup di Zona Risiko Bencana

×

Psikolog Beberkan 5 Cara Atasi Cemas Saat Hidup di Zona Risiko Bencana

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi cemas. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Perasaan cemas sering muncul pada orang yang tinggal di daerah rawan bencana, terutama saat cuaca tidak menentu atau muncul kabar mengenai bencana. Psikolog menyebut reaksi ini wajar karena otak berusaha melindungi diri dari kemungkinan bahaya.

Psikolog dari Ibunda.id, Danti Wulan Manunggal, S.Psi., mengatakan kecemasan tidak selalu bisa dihindari, tetapi bisa dikelola dengan cara yang tepat. Menurut Danti, memahami reaksi mental yang muncul adalah langkah awal agar seseorang lebih tangguh menghadapi situasi yang tidak menentu.

“Menghadapi alam yang tak menentu memang berat, namun memahami respons mental yang menyertainya adalah hal wajar dan merupakan langkah awal untuk menjadi lebih tangguh,” ujar Danti, Minggu (8/3/2026).

Persiapan Bisa Kurangi Kecemasan

Salah satu cara untuk mengurangi kecemasan adalah memiliki rencana menghadapi bencana. Persiapan sederhana dapat membuat seseorang merasa lebih siap ketika menghadapi situasi darurat. Menurut Danti, memiliki action plan atau rencana tindakan, termasuk menyiapkan tas siaga bencana, dapat mengurangi rasa tidak berdaya.

Baca Juga  Kenali Waktu dan Pilihan Camilan Sehat untuk Bayi Usia 6 Bulan ke Atas

“Ketika seseorang mengetahui apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi, otak merasa memiliki kendali atas situasi,” jelasnya.

Teknik Grounding untuk Menenangkan Pikiran

Saat kecemasan muncul, teknik grounding bisa membantu menenangkan pikiran. Salah satu metode yang populer adalah teknik 5-4-3-2-1, yang dilakukan dengan memperhatikan lima benda yang terlihat, empat benda yang dapat disentuh, tiga suara yang terdengar, dua hal yang dapat dicium, dan satu sensasi yang dirasakan.

Teknik ini membantu menarik perhatian otak ke kondisi saat ini, bukan pada kemungkinan buruk di masa depan.

Batasi Konsumsi Berita Bencana

Danti menekankan pentingnya membatasi konsumsi berita tentang bencana. Terlalu sering melihat rekaman bencana atau informasi menakutkan di media sosial dapat memperparah kecemasan, karena mengingat pengalaman buruk sebelumnya.

Baca Juga  KAI Divre II Sumbar Bersama KAI Properti Sapa Sekolah Terdampak Bencana Banjir di Batang Anai

Mengatur jumlah informasi yang dikonsumsi dapat membantu menjaga kesehatan mental.

Dukungan Lingkungan Membantu Ketahanan Mental

Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar juga penting untuk menghadapi rasa cemas. Lingkungan yang saling mendukung membuat seseorang merasa tidak menghadapi situasi sulit sendirian.

Menurut Danti, rasa kebersamaan dapat memperkuat mental masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Dengan memahami cara mengelola kecemasan, masyarakat di daerah rawan bencana tetap bisa menjaga kesehatan mental meskipun hidup dalam situasi penuh ketidakpastian. (rdr)