EKONOMI

Tinggalkan Timur Tengah, Indonesia Alihkan Impor LPG ke AS dan Australia

×

Tinggalkan Timur Tengah, Indonesia Alihkan Impor LPG ke AS dan Australia

Sebarkan artikel ini
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengalihkan sumber impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari kawasan Timur Tengah ke sejumlah negara lain, seperti Amerika Serikat dan Australia, guna menjaga ketahanan pasokan energi nasional.

“Pasokan LPG sampai sekarang insyaallah aman. Impor dari Timur Tengah sudah kita alihkan ke negara lain seperti Amerika, Australia, dan beberapa negara lainnya,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin.

Selain LPG, pemerintah juga mengalihkan sumber impor minyak mentah (crude oil) dari Timur Tengah ke negara-negara Afrika, seperti Angola dan Nigeria, sebagai langkah diversifikasi pasokan.

Bahlil memastikan kondisi stok energi nasional masih dalam batas aman meski berada pada level minimum nasional.

Baca Juga  Bahlil Tegaskan Indonesia Tak Impor Solar Mulai 2026

“Stok energi kita masih dalam taraf minimum nasional, tapi insyaallah aman,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah juga menyiapkan kontrak jangka panjang impor LPG dengan sejumlah negara guna menjaga stabilitas pasokan di tengah dinamika geopolitik global.

Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Bahlil menyebut langkah ini merupakan strategi antisipatif agar pasokan tetap terjaga meski terjadi perubahan sumber impor dari Timur Tengah.

Saat ini, sekitar 70–75 persen impor LPG Indonesia berasal dari Amerika Serikat, sekitar 20 persen dari Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain, termasuk Australia.

Di sisi lain, pemerintah memastikan pasokan solar nasional dalam kondisi aman karena seluruh kebutuhan telah dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Baca Juga  Pemko Padang Segel Kyriad Bumiminang Hotel karena masalah Pajak, 4 Tempat Usaha Ini juga Ditindak

Untuk minyak mentah, sekitar 20 persen impor Indonesia sebelumnya berasal dari Timur Tengah. Namun, pemerintah kini telah menyiapkan alternatif pasokan melalui kerja sama jangka panjang dengan negara lain guna memperkuat ketahanan energi nasional. (rdr/ant)