JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) resmi menggulirkan tahapan kedua penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam skema Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Pada pelaksanaannya tahun ini, terdapat kebijakan baru yang langsung menjadi sorotan publik, yakni sistem penentuan lokasi UTBK secara acak.
Ketua Umum SNPMB, Prof. Eduart Wolok, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan respons atas berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat, terutama terkait mekanisme pemilihan lokasi ujian.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peserta UTBK 2026 tidak lagi dapat memilih pusat UTBK secara spesifik sebagai tempat mengikuti ujian.
“Peserta tetap memilih wilayah atau daerah ujian, namun penentuan pusat UTBK dilakukan secara acak oleh sistem,” ujar Eduart pada Jumat (27/3/2026) dalam sosialisasi UTBK SNBT yang digelar secara daring.
Ia mencontohkan, peserta yang mendaftar di wilayah Lampung tidak akan mengetahui sejak awal apakah akan mengikuti ujian di pusat UTBK Universitas Lampung (Unila) atau Institut Teknologi Sumatera (Itera).
Meski demikian, lokasi yang ditentukan dipastikan tetap berada dalam wilayah yang dipilih peserta dan tidak berjauhan.
Menurut Eduart, kebijakan ini merupakan langkah preventif untuk meminimalisasi potensi kecurangan yang sempat teridentifikasi pada pelaksanaan UTBK tahun sebelumnya.
Beberapa pola seperti penempatan joki pada pusat UTBK tertentu, pengaturan sesi ujian, hingga kesamaan waktu pelaksanaan menjadi indikasi adanya anomali yang perlu diantisipasi secara sistematis.
“Kebijakan ini dirancang dengan tetap mempertimbangkan kenyamanan peserta, sehingga tidak merugikan mereka,” tambahnya.
Untuk mendukung kesiapan peserta, panitia akan mengumumkan lokasi pusat UTBK paling lambat 10 hari sebelum hari pelaksanaan ujian.
Waktu tersebut dinilai cukup bagi peserta untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis, termasuk akomodasi dan transportasi.
Sementara itu, Direktur Pendidikan dan Pembelajaran Universitas Andalas, Dr. Mahdhivan Syafwan, mengimbau calon peserta agar mempersiapkan diri secara optimal, baik dari sisi akademik maupun teknis.
Ia menegaskan bahwa peserta tidak perlu khawatir dengan mekanisme baru tersebut dan tetap fokus pada kesiapan diri serta kelengkapan administrasi.
“Peserta tidak perlu khawatir dengan mekanisme baru ini. Yang terpenting adalah fokus pada kesiapan diri, memahami alur pelaksanaan, serta memastikan seluruh persyaratan administrasi telah terpenuhi,” tutupnya. (rdr)






