SAWAHLUNTO, RADARSUMBAR.COM – Kunjungan wisata di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, mencapai 41.151 orang selama libur Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, pemerintah kota mencatat pendapatan sebesar Rp258.347.000 dari destinasi yang dikelola Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora).
Kepala Bidang Destinasi Wisata Disparpora Sawahlunto, Suhendratno, mengatakan kunjungan tertinggi pada periode 21–29 Maret 2026 didominasi Taman Satwa Kandi sebanyak 10.946 orang, disusul Waterboom 9.981 orang.
Destinasi lainnya seperti Meer Von mencatat 6.807 kunjungan, Mudiak Lugha 3.963, serta Puncak Cemara 3.747 pengunjung. Selain itu, kunjungan juga tercatat di Museum Gudang Ransum, Info Box, dan Gedung Info Box.
Suhendratno menjelaskan, pengelolaan destinasi tahun ini difokuskan pada peningkatan layanan tanpa penambahan wahana baru.
“Inovasi dilakukan melalui paket menginap glamping untuk keluarga, serta pembukaan museum kupu-kupu dan museum satwa yang dapat diakses gratis oleh pengunjung,” ujarnya.
Untuk mendukung pelayanan, Disparpora menurunkan 54 personel yang bertugas setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Pengelolaan parkir dilakukan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan guna menjaga ketertiban dan kenyamanan di kawasan wisata.
Ia menambahkan, selama libur Lebaran pihaknya memprioritaskan peningkatan layanan agar pengunjung merasa aman dan nyaman.
Peningkatan jumlah wisatawan ini juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor usaha mikro, kuliner, dan jasa pendukung pariwisata.
Suhendratno merinci, pendapatan sebesar Rp258.347.000 berasal dari tiga destinasi yang dikelola Disparpora, yakni Taman Satwa Kandi, Puncak Cemara, dan Camping Ground.
“Untuk destinasi lain yang dikelola pihak lain masih dalam proses rekapitulasi,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menegaskan pemerintah daerah memprioritaskan aspek keamanan dan keselamatan di seluruh destinasi wisata selama libur Lebaran.
“Kami memastikan seluruh destinasi dalam kondisi aman dan terkendali, sehingga tidak ada insiden yang menimpa pengunjung,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi indikator komitmen Sawahlunto dalam menyediakan destinasi wisata yang aman dan edukatif.
Pemerintah Kota Sawahlunto juga melihat momentum libur Lebaran sebagai peluang untuk mengoptimalkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. (rdr/ant)







