PADANG

Pemko Padang Siapkan Kelurahan Siaga Tuberkulosis, Fokus Lacak Pasien yang Belum Terdiagnosis

×

Pemko Padang Siapkan Kelurahan Siaga Tuberkulosis, Fokus Lacak Pasien yang Belum Terdiagnosis

Sebarkan artikel ini
Kadis Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati. (dok. Prokopim)
Kadis Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati. (dok. Prokopim)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat, menyiapkan program Kelurahan Siaga Tuberkulosis sebagai salah satu upaya mempercepat eliminasi tuberkulosis (TB) melalui peningkatan penemuan kasus dan pencegahan penularan di masyarakat.

“Salah satu upaya yang akan dilakukan Dinas Kesehatan Padang ialah membentuk Kelurahan Siaga Tuberkulosis di seluruh wilayah Kecamatan Kuranji,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati di Padang, Kamis.

Melalui program tersebut, unsur pemerintahan kelurahan, personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa), kader posyandu, serta berbagai elemen masyarakat akan bekerja sama dengan puskesmas untuk melacak penderita tuberkulosis.

“Dengan cara ini diharapkan pasien tuberkulosis dapat ditemukan lebih cepat, diobati sampai tuntas, dan rantai penularannya dapat diputus,” ujarnya.

Baca Juga  Rachmad Wijaya Yakin Andre Rosiade Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Asprov PSSI Sumbar

Srikurnia mengatakan tantangan terbesar dalam percepatan eliminasi tuberkulosis di Kecamatan Kuranji saat ini bukan lagi pengobatan pasien, melainkan menemukan penderita yang belum terdiagnosis.

“Tantangan utama percepatan eliminasi tuberkulosis di Kecamatan Kuranji bukan lagi pada pengobatan pasien, melainkan upaya menemukan penderita yang belum terdiagnosis,” katanya.

Berdasarkan estimasi Dinas Kesehatan, terdapat 789 kasus tuberkulosis di Kecamatan Kuranji pada 2026. Namun hingga Juni, baru 219 kasus atau 27,8 persen yang berhasil ditemukan.

Kondisi tersebut menunjukkan masih banyak penderita tuberkulosis yang belum terdeteksi sehingga berpotensi terus menularkan penyakit kepada orang lain.

“Oleh karena itu, upaya skrining dan penjaringan kasus semakin ditingkatkan,” ujar Srikurnia.

Ia menjelaskan penanganan terhadap pasien yang telah ditemukan sejauh ini berjalan baik karena seluruhnya memperoleh pelayanan pengobatan sesuai standar. Meski demikian, keberhasilan eliminasi tuberkulosis sangat bergantung pada kemampuan menemukan kasus sedini mungkin.

Baca Juga  Lestarikan Nilai Kearifan Lokal, Pemko Padang Canangkan Pelajaran Keminangkabauan

“Tantangan kita sekarang ialah meningkatkan skrining,” katanya.

Menurut dia, semakin banyak penderita tuberkulosis yang ditemukan, semakin besar peluang petugas kesehatan memutus mata rantai penularan infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis.

“Pasien yang ditemukan segera diobati hingga sembuh dan tidak lagi menjadi sumber penularan di tengah masyarakat,” ujarnya. (rdr/ant)