INTERNASIONAL

AS dan Iran Dua Malam Tanpa Serangan, Pakistan-Qatar Gencarkan Mediasi

×

AS dan Iran Dua Malam Tanpa Serangan, Pakistan-Qatar Gencarkan Mediasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi - Serangan rudal oleh Iran. (ANTARA/IRNA/IRGC)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Amerika Serikat dan Iran tidak melancarkan serangan baru selama dua malam berturut-turut di tengah meningkatnya upaya mediasi yang dilakukan Pakistan dan Qatar untuk mendorong deeskalasi konflik kedua negara.

Berdasarkan pemantauan Anadolu, hingga Minggu dini hari tidak ada laporan ledakan maupun serangan udara Amerika Serikat di wilayah Iran. Malam sebelumnya juga dilaporkan berlangsung tanpa serangan.

Jeda tersebut terjadi setelah hampir dua pekan serangan Amerika Serikat yang, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), menyasar infrastruktur militer, sistem pengawasan pesisir, fasilitas rudal dan pesawat nirawak, aset angkatan laut, serta pusat logistik Iran.

Sumber pemerintah Pakistan mengatakan Islamabad dan Doha kini mengintensifkan komunikasi antara Washington dan Teheran setelah kedua pihak menyampaikan tanggapan terhadap formula deeskalasi yang diajukan kedua negara mediator.

Baca Juga  Indonesia Mulai Impor Minyak AS, Tingkatkan Storage hingga 3 Bulan

Usulan tersebut mendorong Amerika Serikat dan Iran kembali ke posisi sebelum 9 Juli sebagai langkah awal untuk melanjutkan perundingan damai.

Juru bicara militer Iran Amir Mohammad Akraminia mengatakan penghentian operasi balasan Iran merupakan respons atas berhentinya serangan Amerika Serikat.

“Dalam dua malam terakhir, Amerika menghentikan serangannya, sehingga operasi balasan Iran juga ikut berhenti,” kata Akraminia seperti dikutip media Iran.

Namun, ia menegaskan penghentian operasi militer Iran bukan berarti telah tercapai deeskalasi yang lebih luas, melainkan semata-mata sebagai respons terhadap tidak adanya serangan baru dari Amerika Serikat.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Iran pada Kamis melaporkan sedikitnya 57 orang tewas dan 629 lainnya terluka akibat gelombang terbaru serangan Amerika Serikat.

Iran juga mengonfirmasi telah menerima proposal deeskalasi dari Pakistan dan Qatar serta sedang mempelajarinya, sembari menegaskan tetap berkomitmen pada jalur diplomasi meski konflik belum sepenuhnya berakhir.

Baca Juga  DPP IKM Siap Pecahkan Rekor MURI, Masak Rendang Terbanyak di Luar Negeri

Sebelumnya, Washington dan Teheran sempat menandatangani nota kesepahaman mengenai gencatan senjata pada Juni setelah dimediasi Pakistan dan Qatar. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan itu berakhir pada 8 Juli menyusul kembali meningkatnya eskalasi militer.

Amerika Serikat menuntut Iran menghentikan serangan terhadap kapal-kapal niaga dan menjamin kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran menegaskan lalu lintas pelayaran di selat strategis tersebut harus diatur melalui mekanisme yang dikelolanya.

Menurut laporan Axios yang mengutip sejumlah sumber, Trump pada Sabtu memerintahkan militer Amerika Serikat untuk tidak melancarkan serangan baru terhadap Iran, sehingga menghentikan rangkaian serangan harian yang telah berlangsung hampir dua pekan. (rdr/ant)