JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan harga ayam pedaging dan telur ayam di tingkat peternak mulai pulih setelah pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan stabilisasi untuk mendukung keberlanjutan usaha peternak rakyat.
“Telur sudah aman, ayam sudah aman, harganya sudah naik,” kata Amran usai menerima audiensi dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) di Jakarta, Senin.
Menurut Amran, pemerintah terus menjaga keseimbangan antara produksi, harga, dan penyerapan hasil peternak sehingga kondisi pasar komoditas perunggasan mulai menunjukkan perbaikan.
Ia mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi salah satu instrumen penting dalam menyerap hasil produksi petani dan peternak.
“Program MBG adalah offtaker untuk produksi pertanian, termasuk hasil peternakan,” ujarnya.
Untuk mempercepat pemulihan harga, Kementerian Pertanian telah menerapkan sejumlah langkah, di antaranya mengawal harga acuan pembelian di tingkat peternak bersama Satgas Pangan Polri, menyalurkan jagung melalui skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menekan biaya pakan, serta meningkatkan penyerapan telur oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program MBG.
Pemerintah juga menyepakati harga acuan live bird sebesar Rp19.500 per kilogram dan harga telur ayam ras Rp24.000 per kilogram di tingkat peternak yang mulai berlaku sejak 15 Juli 2026.
Amran menegaskan Kementan akan terus mengawasi pelaksanaan kebijakan stabilisasi tersebut, mulai dari pengendalian harga, ketersediaan pakan, hingga optimalisasi penyerapan hasil produksi peternak.
Sementara itu, Ketua Umum Pinsar Indonesia Singgih Januratmako menyambut positif membaiknya harga ayam dan telur setelah sebelumnya peternak menghadapi tekanan akibat kelebihan pasokan dan tingginya biaya produksi.
“Kami berterima kasih karena sekarang alhamdulillah harga ayam dan telur sudah naik. Ini tentu menjadi kabar baik bagi peternak,” katanya.
Singgih berharap sinergi antara Kementerian Pertanian dan Badan Gizi Nasional semakin diperkuat agar program MBG menjadi pasar yang berkelanjutan bagi hasil produksi peternak rakyat.
Menurut dia, penyerapan sekitar 15 hingga 20 persen produksi melalui program tersebut dapat mengurangi kelebihan pasokan yang selama ini menjadi penyebab utama gejolaknya harga ayam dan telur di tingkat peternak. (rdr/ant)











