PADANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menegaskan arah pembangunan daerah pada 2027 akan difokuskan pada percepatan transformasi ekonomi berbasis investasi.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mengatakan strategi tersebut bertujuan membangun ekonomi yang kuat, inklusif, dan tangguh terhadap risiko.
“Pada 2027, Sumbar akan fokus pada transformasi ekonomi berbasis investasi,” ujar Mahyeldi di Padang, Kamis.
Ia menjelaskan, pembangunan akan bertumpu pada tiga pilar utama, yakni hilirisasi agroindustri, penguatan pariwisata dan ekonomi hijau, serta digitalisasi UMKM dengan mitigasi bencana sebagai fondasi.
Namun, Mahyeldi menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat, terutama dalam percepatan penanganan pascabencana banjir yang melanda Sumbar pada November 2025.
Menurutnya, pemulihan daerah terdampak menjadi krusial karena berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah, khususnya di Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Padang Pariaman yang menyumbang lebih dari 40 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB).
“Pemulihan ini bukan sekadar rehabilitasi fisik, tetapi langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi makro provinsi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menyebut 2027 menjadi momentum penting sebagai titik balik pertumbuhan investasi di Ranah Minang dengan target mencapai Rp13,3 triliun.
Nilai investasi tersebut diproyeksikan meningkat dari Rp11,9 triliun pada 2026 menjadi Rp18,8 triliun pada 2030.
Arah kebijakan investasi difokuskan pada sektor strategis, seperti hilirisasi pertanian dan perkebunan, pengembangan pariwisata unggulan di Kawasan Mandeh dan Kepulauan Mentawai, penguatan infrastruktur dan konektivitas, energi terbarukan, serta pemberdayaan UMKM dan industri lokal.
Vasko menegaskan, pemerintah daerah akan menjamin tata kelola investasi yang baik melalui perizinan cepat, transparan, kepastian regulasi, serta jaminan lahan yang clean and clear.
“Pemprov Sumbar juga memastikan peran aktif sebagai problem solver dalam setiap proses investasi,” katanya. (rdr/ant)











