PADANG

Foto di Tikungan Curam Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Disorot

×

Foto di Tikungan Curam Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Disorot

Sebarkan artikel ini
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)

PADANG, RADARSUMBAR.COM Video rombongan kendaraan yang dikawal mobil patwal polisi berhenti di tikungan ekstrem Jalur Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat, menjadi sorotan di media sosial. Dalam video tersebut, rombongan tampak berhenti di tengah jalan untuk berfoto.

Aksi itu memicu kemacetan karena sejumlah kendaraan lain, termasuk truk-truk besar, terpaksa berhenti dan mengantre untuk melintasi tikungan yang dikenal sebagai “tikungan viral” tersebut.

Video ini awalnya beredar di Instagram sebelum akhirnya dihapus, namun kembali ramai diperbincangkan setelah muncul di platform Threads.

Salah satu akun, @joezenzie, menyebut tindakan tersebut tidak masuk akal dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga  Istri Wapres Bertolak ke Solok, Ditlantas Polda Sumbar Tutup Sejumlah Ruas Jalan

“Di tikungan terjal dan curam, mereka berhenti hanya untuk berfoto, sementara pengguna jalan lain terpaksa menunggu. Sangat membahayakan. Mirisnya, ini dikawal oleh polantas,” tulisnya.

Belakangan diketahui, rombongan tersebut turut diikuti oleh politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan. Hal ini dikonfirmasi oleh Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Andis Anshori.

Andis menjelaskan, pengawalan tidak dilakukan oleh personel PJR, melainkan oleh Satlantas Polres Solok Kota.

“Yang mengawal dari Polres Solok Kota. Kejadiannya sekitar seminggu lalu, bukan dari PJR,” ujar Andis, Minggu (12/4/2026).

Baca Juga  Aksi Cepat Tim Gabungan Gagalkan Tawuran Remaja di Koto Tangah, Enam Orang Diamankan

Ia menambahkan, rombongan tersebut tengah menjalani agenda kunjungan kerja. Selain itu, mereka juga disebut hendak membagikan bantuan sekaligus mendokumentasikan kegiatan.

Meski demikian, Andis menegaskan tindakan berhenti di tikungan tersebut sangat berbahaya.

“Seharusnya yang dikawal memahami. Dari informasi anggota, mereka sudah diingatkan,” katanya.

Peristiwa ini, lanjut Andis, menjadi perhatian pimpinan agar tidak terulang kembali dan tidak ditiru oleh pengguna jalan lain.

Ia juga menegaskan kepada seluruh personel bahwa pengawalan bukan berarti memberi ruang untuk melakukan tindakan yang membahayakan. (rdr)