SUMBAR

Mentan Genjot Hilirisasi di Sumbar, 35 Proyek Siap Groundbreaking Dorong Kemandirian Energi dan Pangan

×

Mentan Genjot Hilirisasi di Sumbar, 35 Proyek Siap Groundbreaking Dorong Kemandirian Energi dan Pangan

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman usai diwawancarai wartawan di Hotel Mercure. (dok. Radarsumbar)
Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman usai diwawancarai wartawan di Hotel Mercure. (dok. Radarsumbar)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggelar rapat koordinasi (Rakor) percepatan hilirisasi perkebunan bersama kepala daerah se-Sumatera Barat di Hotel Mercure Padang, Selasa (14/4/2026).

Rakor tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Bupati Limapuluh Kota Safni, Bupati Padang Pariaman Jhon Kenedi Aziz, serta Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi.

Dalam arahannya, Amran menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan visi Presiden dalam kemandirian pangan, energi, dan hilirisasi industri.

Ia menyebut Indonesia telah mencatat kemajuan signifikan di sektor pangan. Target swasembada dalam satu tahun disebut telah tercapai dengan stok mencapai 4,7 juta ton—tertinggi sepanjang sejarah.

Selain itu, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat dari 0,67 persen menjadi 5,74 persen, yang diklaim sebagai lonjakan tertinggi dalam 20 hingga 30 tahun terakhir.

“Ini capaian besar yang harus kita lanjutkan,” ujarnya.

Baca Juga  UNAND Targetkan jadi Pusat Hilirisasi dan Inovasi Gambir Nasional

Di sektor energi, Amran mengungkapkan pengembangan biofuel terus diperkuat. Program B50 ditargetkan mulai berjalan penuh pada 1 Juli mendatang, sekaligus menghentikan impor solar hingga 5 juta ton.

Menurutnya, kebijakan ini tak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga membuka lapangan kerja, menekan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Indonesia juga disebut telah mencapai kemandirian protein. Tantangan selanjutnya adalah meningkatkan daya saing peternak melalui pembangunan industri pakan dan pengolahan yang melibatkan BUMN.

Untuk sektor etanol, pemerintah menargetkan mandatori E20, bahkan saat ini telah berada pada posisi E27. Kebutuhan etanol ke depan diperkirakan mencapai 8 juta ton guna mendukung kemandirian energi nasional.

“Visi besar kita adalah mandiri biofuel, mandiri energi, mandiri pangan, dan mandiri protein. Jika ini tercapai, maka lapangan kerja terbuka luas, kemiskinan menurun, dan kesejahteraan meningkat menuju Indonesia Emas,” jelasnya.

Baca Juga  Pemprov Sumbar Usulkan Hilirisasi Gambir, Gubernur: Kita Pemasok Terbesar Dunia

Sementara itu, Managing Director Business 2 Danantara, Setyanto Hartono, menyampaikan bahwa program B40 saat ini telah terpenuhi dan efektif mengurangi ketergantungan impor solar.

“Dengan B40 saja, kita sebenarnya sudah tidak impor solar. Jika B50 berjalan, Indonesia bahkan berpotensi mengekspor solar,” terangnya.

Ia juga menambahkan, pengembangan bioetanol menuju E20 tengah dipersiapkan melalui pembangunan sejumlah pabrik. Saat ini satu pabrik telah beroperasi, satu lainnya telah groundbreaking di Jawa Timur, dan empat pabrik lagi akan segera menyusul.

“Total enam pabrik ini akan mendukung implementasi E20,” ujarnya.

Amran menambahkan, PT Perkebunan Nusantara akan menjadi motor penggerak program hilirisasi dengan melibatkan kolaborasi antara BUMN, swasta, dan masyarakat.

“Kesimpulannya, kita akan melakukan groundbreaking sekitar 35 proyek. Semakin cepat terealisasi, semakin baik dampaknya bagi ekonomi nasional,” tutupnya. (rdr)