BUKITTINGGI

Pemko Bukittinggi Lanjutkan Program Sekolah Keluarga Atasi Masalah Sosial

×

Pemko Bukittinggi Lanjutkan Program Sekolah Keluarga Atasi Masalah Sosial

Sebarkan artikel ini
Jam Gadang Kota Bukittinggi. (Antara/Al Fatah)

BUKITTINGGI, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Bukittinggi kembali mengoptimalkan program Sekolah Keluarga sebagai upaya meningkatkan kualitas generasi sekaligus mengatasi berbagai persoalan sosial yang berakar dari keluarga.

Ketua PKK Bukittinggi, Yessi Endriani, mengatakan pembangunan ketahanan keluarga membutuhkan proses berkelanjutan, sehingga program yang telah berjalan selama tujuh tahun tersebut menjadi salah satu solusi strategis.

“Ketahanan keluarga tidak bisa dibangun secara instan. Sekolah Keluarga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas keluarga,” ujarnya, Kamis (9/4).

Ia menyoroti sejumlah persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat, seperti stunting, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas di kalangan generasi muda.

Baca Juga  Tiga Pelaku Narkoba Diciduk Polisi Bukittinggi

Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan peran bersama, termasuk camat dan lurah, dengan pendekatan berbasis dasawisma agar penanganan menyentuh hingga tingkat keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas DP3APPKB Bukittinggi, Susi Yanti, menjelaskan modul Sekolah Keluarga disusun berdasarkan rujukan para pakar, tokoh adat, dan tokoh agama.

Ia menyebutkan pada 2026 program Sekolah Keluarga Gemilang akan diikuti 720 peserta, dengan maksimal 30 orang per kelurahan.

Program tersebut dirancang aplikatif agar dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna menciptakan generasi yang lebih berkualitas.

Baca Juga  Bisa Berdampak Ekonomi, Pedagang Pasar Atas Bukittinggi Tolak Pembangunan Kanopi

“Hingga saat ini, sebanyak 2.267 peserta telah diwisuda atau sekitar 5,3 persen dari total 42.733 kepala keluarga di Bukittinggi,” katanya.

Sekolah Keluarga merupakan program pembinaan masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui delapan fungsi keluarga, meliputi aspek keagamaan, budaya, kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.

Program ini juga bertujuan mencegah berbagai persoalan sosial serta membentuk generasi yang tangguh, sehat, dan berdaya saing. (rdr/ant)