EKONOMI

Jargas Nasional Diperkuat, Danantara Ingin Kurangi Ketergantungan LPG Impor

×

Jargas Nasional Diperkuat, Danantara Ingin Kurangi Ketergantungan LPG Impor

Sebarkan artikel ini
COO Danantara Dony Oskaria. (dok. istimewa)
COO Danantara Indonesia Dony Oskaria. (dok. istimewa)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Danantara Indonesia dan BP BUMN mendorong PT Pertamina Gas (Pertagas) mengambil peran strategis dalam pengembangan jaringan gas (jargas) nasional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Pengembangan jargas juga dinilai dapat menjadi salah satu upaya menekan subsidi energi sekaligus mengurangi devisa yang keluar untuk memenuhi kebutuhan LPG dari luar negeri.

“Kalau ini bisa kita lakukan ke depan, menurut saya Pertamina Gas ini justru akan menjadi enabler untuk kita menurunkan subsidi di sisi energi kita, yang kedua juga mencegah terjadinya defisit outflow kita,” ujar Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria dalam keterangan resminya, Rabu.

Menurut Dony, penguatan jaringan gas menjadi kunci untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Baca Juga  Inflasi Berbalik Deflasi di Aceh, Sumut, Sumbar, Kerja Cepat Pemerintah Pascabencana Berbuah Hasil

Infrastruktur jargas yang semakin terintegrasi diharapkan dapat membuka ruang efisiensi yang lebih besar dalam pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.

“Jadi kuncinya adalah dari jaringan gas. Nah ini akan menjadi fokus kita ke depan. Kalau itu kita bisa lakukan, devisa kita yang tidak perlu terbuang sia-sia itu, banyak sekali bisa kita hemat,” kata Dony.

Pertagas siapkan masterplan jargas

Dalam pertemuan dengan Danantara, Pertagas menyampaikan bahwa perusahaan saat ini memiliki peran dalam pengoperasian jaringan transportasi gas di Pulau Jawa.

Salah satunya melalui pengoperasian pipa transmisi Cirebon-Semarang yang sebelumnya dibangun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan pendanaan APBN. Operatorship pipa tersebut kemudian diserahkan kepada Pertagas melalui mekanisme tender.

Baca Juga  Pajak tak Naik Sebelum Ekonomi Kuat, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya

Untuk memperkuat peran tersebut, Pertagas diarahkan menyiapkan masterplan jargas nasional sebagai acuan pengembangan jaringan gas ke depan.

Masterplan tersebut akan memuat arah pengembangan secara menyeluruh, termasuk kesiapan infrastruktur, model bisnis, dan strategi pengembangan pasar.

Pengembangan jargas dapat dimulai dari kota-kota besar dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan kebutuhan pasar, seperti Jakarta dan Surabaya.

Penguatan jargas nasional diharapkan tidak hanya meningkatkan pemanfaatan gas domestik, tetapi juga menciptakan efisiensi dalam sistem energi nasional.

Dengan infrastruktur yang terintegrasi dan pengembangan pasar yang tepat, jargas dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor sekaligus menekan beban subsidi energi. (rdr/ant)