PAYAKUMBUH

Kepesertaan JKN di Payakumbuh Capai 98,56 Persen, Tembus 148.693 Jiwa

×

Kepesertaan JKN di Payakumbuh Capai 98,56 Persen, Tembus 148.693 Jiwa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pelayanan di BPJS Kesehatan. (net)

PAYAKUMBUH, RADARSUMBAR.COM – BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh mencatat sebanyak 148.693 jiwa atau 98,56 persen penduduk di Kota Payakumbuh telah menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga 1 Juni 2026.

Pelaksana Pengganti Sementara (PPS) Kepala BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh, Indria Meliza, mengatakan peserta JKN tersebut berasal dari berbagai segmen kepesertaan.

Rinciannya, peserta Penerima Bantuan Iuran oleh Pemerintah Daerah (PBPU Pemda) sebanyak 49.631 jiwa, Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) 38.817 jiwa, bukan pekerja 5.484 jiwa, peserta mandiri atau PBPU 15.425 jiwa, Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU) 14.575 jiwa, serta Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN) sebanyak 24.761 jiwa.

Baca Juga  Payakumbuh masih Tunda Sekolah Tatap Muka sampai Vaksinasi 75 Persen

Dari total peserta tersebut, sebanyak 128.355 jiwa atau 85,08 persen berstatus aktif, sedangkan 20.338 jiwa lainnya tercatat tidak aktif.

Indria mengatakan rata-rata pemanfaatan layanan kesehatan oleh peserta JKN di fasilitas kesehatan di Kota Payakumbuh mencapai 59.786 kunjungan setiap bulan.

Sementara itu, secara nasional BPJS Kesehatan mencatat jumlah peserta Program JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia hingga 31 Desember 2025.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan tingginya cakupan kepesertaan tersebut diiringi dengan meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan oleh masyarakat.

Sepanjang 2025, Program JKN mencatat lebih dari 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan di seluruh Indonesia, atau rata-rata lebih dari 1,9 juta layanan setiap hari.

Baca Juga  PLN UP3 Payakumbuh Gelar PLN Mobile Run For Charity 2025 di Payakumbuh

Menurut Prihati, Program JKN tidak hanya berfungsi sebagai jaminan pembiayaan kesehatan, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Untuk meningkatkan kemudahan akses layanan, BPJS Kesehatan terus memperkuat transformasi digital melalui aplikasi Mobile JKN, layanan administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA), serta Care Center 165.

Kemudahan tersebut juga didukung oleh perluasan jaringan mitra yang kini mencakup 23.770 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.194 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di seluruh Indonesia. (rdr/ant)