MATARAM, RADARSUMBAR.COM – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 173 korban dalam insiden terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Rabu pagi. Dari jumlah tersebut, 172 orang dinyatakan selamat dan satu orang meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan tim SAR gabungan masih mengintensifkan pencarian dan penanganan korban setelah kapal penumpang tersebut terbakar sekitar pukul 04.15 WITA.
“Berdasarkan data sementara yang terkonfirmasi di Posko SAR hingga saat ini, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 173 orang. Dari jumlah tersebut, 172 orang dinyatakan selamat, sementara satu orang dilaporkan meninggal dunia,” ujarnya di Mataram, Rabu.
Untuk mengoptimalkan proses pencarian dan evakuasi, tim SAR mengerahkan sejumlah alat utama, antara lain KN SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna, Helikopter SGi Air Bali, KMP Portlink II, KAL Lembar, kapal yacht No Comment dan Still Here, speedboat Polairud, Rigid Inflatable Boat (RIB), serta Rigid Buoyancy Boat (RBB).
Operasi tersebut melibatkan personel dari Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar, SGi Air Bali dengan dukungan Finns Search and Rescue, TNI AL, Ditpolairud Polda NTB, Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, KMP PortLink II, KMP Parama Kalyani, awak kapal yacht, tim medis, masyarakat setempat, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Hariyadi mengatakan tim SAR gabungan masih dalam status siaga penuh. Fokus utama operasi saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan kru kapal mendapatkan penanganan medis serta proses evakuasi secara cepat dan optimal.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal,” ucapnya.
Tim SAR gabungan juga masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban lain yang belum ditemukan atau dievakuasi.
“Kami juga berkoordinasi secara intensif dengan seluruh unsur terkait guna mempercepat proses penanganan darurat ini,” katanya.
Hariyadi menambahkan data jumlah korban akan terus diperbarui sesuai perkembangan proses pencarian dan evakuasi di lapangan.
“Kami akan terus memperbarui data secara berkala seiring dengan perkembangan proses pencarian dan evakuasi di lapangan,” ujarnya. (rdr/ant)












