BERITA

Pemerintah Targetkan 100 Ribu Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja

×

Pemerintah Targetkan 100 Ribu Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/11/2024). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/11/2024). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menargetkan sedikitnya 100 ribu penyandang disabilitas dapat mandiri dan masuk dunia kerja melalui penguatan kompetensi serta pelatihan yang disiapkan pemerintah.

“Target saya minimal 100 ribu orang disabilitas bisa tersenyum ketika mereka hadir di tempat kerja,” kata Yassierli dalam sambutan secara daring pada kegiatan Kick Start Nasional Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) BPJS Ketenagakerjaan yang diikuti di Pontianak, Selasa.

Yassierli mengatakan pemerintah tengah membangun pusat pelatihan kompetensi bagi penyandang disabilitas di Bekasi. Pemerintah juga mengembangkan modul pelatihan khusus agar penyandang disabilitas memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Menurut dia, penyandang disabilitas harus memperoleh kesempatan bekerja bukan karena belas kasihan, melainkan karena memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri.

Baca Juga  Dinas Pariwisata Sumbar bersama KATEDA Beri Penghargaan CHSE

“Kita ingin mereka hadir di industri bekerja bukan karena belas kasihan, tapi karena mereka memiliki kompetensi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, perbankan, dan berbagai pihak untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat.

Yassierli mengapresiasi program pemberdayaan ekonomi dan kemandirian yang digagas BPJS Ketenagakerjaan untuk membantu penerima manfaat dan ahli waris memanfaatkan santunan sebagai modal usaha.

Menurut dia, program tersebut dapat diperkuat dengan menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan yang memiliki program Tenaga Kerja Mandiri, termasuk pendampingan dan pembinaan bagi masyarakat yang memulai usaha.

“BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sampai memberikan uang atau santunan, tetapi juga mengawal bagaimana uang atau santunan itu bisa bermanfaat,” katanya.

Yassierli menyebut Kementerian Ketenagakerjaan telah memiliki ribuan profil tenaga kerja mandiri yang berhasil mengembangkan usaha. Model pembinaan tersebut, kata dia, dapat menjadi rujukan untuk memperkuat program pemberdayaan ekonomi.

Baca Juga  Kemnaker Fokus Transformasi Produktivitas Nasional di 2026

Perluas pemagangan nasional

Selain mendorong kewirausahaan, pemerintah juga memperluas program pemagangan nasional dengan target 150 ribu peserta pada 2026. Program tersebut terutama ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi yang membutuhkan pengalaman dan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.

Yassierli mengatakan program pemagangan dan pemberdayaan ekonomi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sumber daya manusia serta mendorong kemandirian masyarakat menuju cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

“Semangat kita adalah mengedepankan kepentingan bangsa. Kebahagiaan kita adalah ketika bisa mengantarkan orang ke tempat yang lebih baik,” kata Yassierli. (rdr/ant)