BERITA

Sempat Sesak Napas, Jemaah Haji Asal Sawahlunto Wafat di Makkah

×

Sempat Sesak Napas, Jemaah Haji Asal Sawahlunto Wafat di Makkah

Sebarkan artikel ini
Jemaah haji asal Sawahlunto meninggal dunia di Makkah. (Foto: Ist)

MAKKAH, RADARSUMBAR.COM – Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Mainusni Marukun (74), jemaah haji Kloter PDG 12 Embarkasi Padang asal Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, wafat di Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/5/2026) pukul 12.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Almarhumah yang menempati pemondokan Tower 9C Hotel Al Hidayah itu meninggal dunia sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Mainusni berangkat haji didampingi anaknya, Surtiyaningsih. Sebelum wafat, almarhumah disebut masih terlihat bersemangat mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.

Informasi wafatnya jemaah tersebut disampaikan Pembimbing Ibadah Yusmanto bersama Ketua Kloter PDG 12, Ifkar. Mereka menjelaskan, almarhumah sebelumnya sempat beberapa kali mendapat penanganan medis akibat sesak napas.

Mainusni bahkan dua kali dirujuk ke Rumah Sakit Al Noor Makkah. Namun setelah menjalani perawatan, ia kembali dipulangkan ke hotel untuk mendapatkan perawatan lanjutan dari tim kesehatan sektor dan kloter.

“Yang bersangkutan sempat dua kali dirujuk ke rumah sakit karena sesak napas, namun kondisi beliau masih stabil dan tetap dalam pemantauan petugas kesehatan,” tulis petugas kloter, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga  Embarkasi Padang Siap Berangkatkan 6.249 Jemaah Haji, Kloter Pertama Masuk Asrama 2 Mei

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, almarhumah didiagnosis mengalami acute lung edema dan acute decompensated heart failure (ADHF), yakni kondisi penumpukan cairan di paru-paru yang memicu sesak napas dan gangguan jantung.

Meski sempat menjalani perawatan, kondisi Mainusni pada Jumat pagi dilaporkan masih cukup baik. Ia bahkan masih bisa makan, berkomunikasi normal, dan tampak antusias menyambut keberangkatan menuju Armuzna.

“Pagi itu beliau masih bisa makan, berbicara normal, bahkan terlihat semangat untuk persiapan Armuzna,” ujar petugas kloter.

Namun usai pelaksanaan salat Jumat, petugas menerima laporan dari jemaah satu kamar bahwa kondisi almarhumah tiba-tiba menurun.

Dokter dan perawat kloter kemudian memberikan tindakan medis, termasuk pemeriksaan elektrokardiogram (EKG). Namun hasil pemeriksaan menunjukkan denyut jantung almarhumah sudah tidak terdeteksi.

Meski demikian, petugas tetap membawa almarhumah ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah untuk pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur penanganan jemaah sakit dan wafat di Arab Saudi.

Setelah dinyatakan wafat, proses penanganan jenazah dilakukan pihak syarikah bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Almarhumah kemudian disalatkan di Masjidil Haram usai salat Magrib sebelum dimakamkan di pemakaman Al Sharaya, Makkah.

Baca Juga  Polisi Bongkar Modus Pemasaran Narkoba Melalui Stiker Sedot WC

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya jemaah asal Sawahlunto tersebut.

Ia menjelaskan, seluruh proses pemulasaran jenazah jemaah haji Indonesia di Arab Saudi dilakukan tanpa biaya, mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan hingga pemakaman.

Selain itu, jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji tetap mendapatkan hak badal haji.

“Jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah hajinya tetap akan dibadalhajikan oleh petugas,” kata Rifki.

Menurutnya, ahli waris juga berhak menerima asuransi kematian sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara barang-barang milik almarhumah akan dikembalikan kepada keluarga melalui mekanisme PPIH.

“Keluarga tidak perlu khawatir terkait barang-barang almarhumah di Tanah Suci karena akan dikembalikan kepada ahli waris,” ujarnya.

Hingga Minggu (24/5/2026), tercatat lima jemaah Embarkasi Padang wafat di Arab Saudi selama operasional haji tahun ini. Sementara untuk penyebab pasti wafatnya jemaah masih menunggu Certificate of Death (COD) dari rumah sakit. (rdr)