JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Dokter spesialis gizi klinik dr. Yohan Samudra, SpGK, AIFO-K menyarankan masyarakat membatasi konsumsi minuman berkafein, terutama kopi, yang kerap menjadi pilihan saat begadang menonton pertandingan sepak bola.
Kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, Yohan mengatakan konsumsi kopi saat begadang sebaiknya tidak lebih dari satu cangkir dan perlu memperhatikan waktu minumnya. Hal itu berkaitan dengan efek kafein yang dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh.
“Waktu paruh kafein di tubuh sekitar enam jam, sehingga perlu strategi yang tepat dalam menentukan waktu minum kopi agar tidak mempersulit tidur setelah menonton pertandingan,” kata Yohan.
Dokter lulusan Program Studi Spesialis Ilmu Gizi Klinis Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro itu menjelaskan, pada individu sehat batas aman konsumsi kafein sekitar 400 miligram per hari atau setara dengan empat cangkir kopi.
Sementara bagi individu yang mengalami hipertensi, konsumsi kafein disarankan tidak melebihi 200 miligram per hari.
Terkait susu yang kerap menjadi alternatif saat begadang, Yohan menilai minuman tersebut relatif lebih sehat karena mengandung berbagai zat gizi dan protein. Namun, konsumsi susu juga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
“Susu mengandung tryptophan yang dapat memicu rasa kantuk. Selain itu, pada orang dengan intoleransi glukosa, minum susu saat perut kosong ketika begadang dapat menimbulkan rasa mual,” ujarnya.
Yohan menambahkan tubuh sebenarnya tidak membutuhkan asupan makanan tambahan saat terjaga pada dini hari. Namun, jika merasa lapar, masyarakat dapat memilih camilan yang lebih sehat seperti buah-buahan atau kacang rebus.
Selain mengatur asupan makanan dan minuman, ia mengingatkan pentingnya menjaga durasi tidur. Menurutnya, kebiasaan begadang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, seperti hipertensi, peningkatan kadar kolesterol, hingga gangguan fungsi hati.
“Untuk meminimalkan kekurangan waktu tidur, sebaiknya sempatkan tidur terlebih dahulu sebelum menonton pertandingan. Jika memungkinkan, waktu tidur yang hilang juga bisa diganti pada siang hari,” kata Yohan. (rdr/ant)










