JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot permanen 13 pejabat eselon Kementerian Pertanian (Kementan) yang terbukti terlibat aktivitas judi daring atau judi online (judol).
Amran mengatakan pencopotan dilakukan karena keterlibatan dalam judi online merupakan pelanggaran disiplin dan mencoreng integritas aparatur sipil negara (ASN).
“Hari ini kami rapat mulai jam 06.00 pagi tadi. Kemudian pertemuan, ada yang kami tindak pejabat eselonnya enggak usah sebut, pejabat saja. Sebanyak 13 orang kami copot karena tidak disiplin, ikut judi online. Kami copot semua 13 (pejabat eselon),” kata Amran dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.
Menurut Amran, keputusan tersebut diambil setelah Kementan menerima laporan mengenai dugaan keterlibatan sejumlah pejabat dalam judi daring. Laporan itu kemudian diverifikasi dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan sebelum sanksi dijatuhkan.
Ia menegaskan pejabat yang terbukti terlibat langsung dicopot secara permanen. Inspektorat Jenderal bersama Sekretariat Jenderal Kementan juga diminta segera menyiapkan pengganti agar pelayanan tetap berjalan.
Amran mengatakan 13 pejabat tersebut telah melalui proses penelusuran hingga data pendukung terkait keterlibatan mereka dinyatakan lengkap.
Ia menegaskan keterlibatan ASN dalam judi daring tidak dapat ditoleransi karena bertentangan dengan nilai agama, etika pelayanan publik, serta tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
Menurut Amran, ASN harus mampu memberikan teladan kepada masyarakat. Karena itu, pejabat yang terbukti melakukan pelanggaran tidak layak dipertahankan dalam jabatannya.
Ia mengatakan sebagian pejabat tersebut sebelumnya telah mendapatkan pembinaan dan peringatan atas pelanggaran serupa. Namun, mereka kembali mengulangi perbuatannya sehingga pencopotan permanen menjadi pilihan terakhir.
Amran menegaskan kebijakan tersebut merupakan bentuk pembinaan agar pegawai memahami konsekuensi atas pelanggaran disiplin sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh ASN di lingkungan Kementan.
Menurut dia, langkah tegas itu juga merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan pegawai dan keluarganya.
“Karena kasihan pada anaknya, kasihan pada istrinya. Masa saya lebih sayang anaknya daripada mereka? Dan itulah bukti cinta saya pada mereka. Ini saya harus pertanggungjawabkan,” ucap Amran.
“Saya sebagai Bapaknya mereka-mereka, saya harus bina ke jalan yang baik. Bina mereka supaya dia menjadi manusia yang baik, pelayan yang baik, pegawai teladan, ASN teladan. Jadi saya wajib membinanya,” tambahnya.
Terkait dugaan tindak pidana korupsi, Amran memastikan pencopotan 13 pejabat tersebut tidak berkaitan dengan perkara korupsi, melainkan murni karena keterlibatan dalam aktivitas judi daring.
Ia mengungkapkan hasil penelusuran menunjukkan terdapat pejabat yang memiliki nilai setoran atau deposit judi daring mendekati Rp200 juta. Menurut dia, temuan tersebut memperkuat dasar pemberian sanksi permanen.
Amran memastikan pencopotan 13 pejabat tersebut tidak akan mengganggu kinerja Kementan. Ia mengatakan kementerian memiliki sekitar 52 ribu pegawai dan jabatan yang kosong akan segera diisi oleh pengganti. (rdr/ant)











