PEKANBARU, RADARSUMBAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau, mendeteksi 1.104 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera berdasarkan pembaruan data pada pukul 07.00 WIB, Sabtu.
Prakirawan BMKG Pekanbaru Anggun R di Pekanbaru mengatakan titik panas tersebut tersebar di sembilan provinsi, dengan jumlah terbanyak terdeteksi di Sumatera Selatan yang mencapai 528 titik.
“Wilayah lain yang turut menyumbang angka tinggi adalah Bangka Belitung dengan 221 titik dan Lampung dengan 98 titik, disusul oleh Riau 97 titik, Jambi 83 titik, Kepulauan Riau 34 titik, Bengkulu 19 titik, Aceh 13 titik, Sumatera Utara sembilan titik, dan Sumatera Barat lima titik,” katanya.
Di Provinsi Riau, titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah kabupaten dan kota. Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 71 titik, disusul Indragiri Hilir delapan titik dan Kampar empat titik.
Selanjutnya, Indragiri Hulu dan Kota Dumai masing-masing terdeteksi tiga titik panas. Sementara Kepulauan Meranti, Bengkalis, dan Rokan Hulu masing-masing dua titik serta Kuantan Singingi satu titik.
Dalam beberapa hari terakhir, Manggala Agni mencatat kebakaran lahan di Riau telah menghanguskan lebih dari 700 hektare lahan. Kebakaran terluas terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu dengan 434 hektare dan Pelalawan sekitar 300 hektare.
Selain di dua wilayah tersebut, Manggala Agni juga menangani sejumlah kebakaran lahan di Kabupaten Kampar, Siak, dan Bengkalis.
“Untuk wilayah Sumatera saat ini yang sedang naik frekuensi kebakarannya di Riau dan Sumatera Selatan. Untuk Sumsel saat ini juga sudah hampir 15 hari di-BKO-kan juga Manggala Agni dari Jambi,” kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto. (rdr/ant)












