BERITA

7 Maskapai Dunia Terpaksa Naikkan Tarif dan Batalkan Penerbangan, Ini Daftarnya

×

7 Maskapai Dunia Terpaksa Naikkan Tarif dan Batalkan Penerbangan, Ini Daftarnya

Sebarkan artikel ini
United Airlines, salah satu maskapai yang terdampak pengurangan rute akibat kenaikan Harga avtur. (Foto: BBC)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Sejumlah maskapai penerbangan di berbagai negara mulai mengubah rute, mengurangi frekuensi penerbangan, hingga menaikkan harga tiket. Kebijakan ini merupakan imbas dari melonjaknya harga bahan bakar pesawat (avtur) serta gangguan pasokan global akibat ketegangan geopolitik, termasuk konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.

Tidak hanya penyesuaian tarif, beberapa maskapai juga terpaksa membatalkan penerbangan sebagai langkah efisiensi untuk menekan lonjakan biaya operasional yang terus meningkat.

Dilansir dari Business Insider dan berbagai sumber lainnya, Senin (6/4/2026), berikut daftar maskapai yang telah menerapkan penyesuaian kebijakan tersebut.

Maskapai yang Naikkan Tarif dan Kurangi Rute
1. Scandinavian Airlines

Scandinavian Airlines membatalkan sekitar 1.000 penerbangan, terutama pada rute jarak pendek di kawasan Nordik. Langkah ini diambil sebagai respons atas lonjakan harga avtur yang berdampak pada industri penerbangan Eropa.

Selain pembatalan, maskapai juga melakukan penyesuaian tarif tiket demi menjaga keberlanjutan operasional.

2. United Airlines

United Airlines membatalkan sejumlah penerbangan, khususnya pada jam-jam sepi dan malam hari. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi efisiensi terhadap rute yang dinilai kurang menguntungkan.

Baca Juga  Mudik Lebaran 2026, Maskapai Tambah Puluhan Penerbangan ke Padang

Pihak maskapai menyebutkan bahwa kenaikan harga bahan bakar dapat menambah beban biaya hingga 11 miliar dolar AS (sekitar Rp 187,2 triliun) per tahun.

3. Vietnam Airlines

Vietnam Airlines menangguhkan tujuh rute domestik mulai awal April 2026. Langkah ini dilakukan untuk menekan dampak kenaikan harga avtur.

Maskapai tersebut juga membuka kemungkinan pengurangan rute lebih lanjut jika harga bahan bakar terus meningkat, terutama pada rute domestik yang sensitif terhadap biaya operasional.

4. Air New Zealand

Air New Zealand membatalkan sekitar 1.100 penerbangan atau sekitar lima persen dari total kapasitasnya. Pengurangan ini difokuskan pada rute domestik dan jarak pendek dengan tingkat penumpang rendah.

Maskapai juga menggabungkan sejumlah penerbangan di luar jam sibuk untuk meningkatkan efisiensi operasional.

5. AirAsia X

Maskapai berbiaya rendah asal Malaysia, AirAsia X, mengumumkan rencana kenaikan harga tiket serta pengurangan kapasitas penerbangan.

Baca Juga  Prabowo Kenang Pertempuran Surabaya saat Pimpin Ziarah Hari Pahlawan di TMP Kalibata

Pendiri AirAsia X, Tony Fernandes, menyebut kenaikan tarif sebagai hal yang “tidak dapat dihindari”.

“Kami kurangi rute di mana kami rasa tidak bisa menutup biaya bahan bakar,” ujarnya dikutip dari Sinar Daily. Meski demikian, rute ke Bahrain pada Juni 2026 tetap dijalankan karena tingginya permintaan.

6. Japan Airlines (JAL) dan ANA

Dua maskapai Jepang, Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA), berencana menaikkan biaya tambahan bahan bakar hingga dua kali lipat mulai Juni 2026.

Biaya tersebut akan dievaluasi setiap dua bulan dan diumumkan dua bulan sebelumnya kepada publik.

7. Batik Air Malaysia

Batik Air Malaysia akan mengurangi sekitar 35 persen penerbangan berjadwal pada awal April 2026.

CEO Batik Air Malaysia, Datuk Chandran Rama Muthy, menyebut langkah ini dilakukan untuk menghemat sumber daya di tengah lonjakan harga avtur yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.

Maskapai juga membuka opsi cuti tanpa gaji sukarela bagi karyawan sebagai bagian dari efisiensi operasional. (rdr/kmps)