PADANG, RADARSUMBAR.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta pemerintah daerah di Sumatera Barat mempercepat penanganan lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025.
“Kami mohon provinsi dan kabupaten berkolaborasi menyelesaikan dalam waktu singkat karena anggaran bantuan sudah tersedia sejak Januari 2026,” ujarnya saat meninjau lokasi terdampak di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa.
Ia menegaskan, Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan penanganan lahan terdampak agar tidak berlarut-larut dan mengganggu mata pencaharian masyarakat.
Menurut Amran, Kementerian Pertanian bersama mitra telah menyalurkan bantuan sebesar Rp75 miliar serta bantuan beras lebih dari Rp1 triliun untuk tiga provinsi terdampak bencana.
Khusus Sumatera Barat, bantuan yang digelontorkan mencapai Rp455 miliar, ditambah Rp500 miliar untuk sektor perkebunan.
Ia menekankan pemerintah daerah segera menindaklanjuti bantuan tersebut agar dapat dimanfaatkan masyarakat.
Selain itu, Kementerian Pertanian juga berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai untuk memperbaiki jaringan irigasi yang rusak akibat bencana.
“Seluruh biaya rehabilitasi lahan seluas sekitar 7.000 hektare menjadi tanggung jawab pemerintah pusat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy mengakui penanganan lahan terdampak masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk faktor birokrasi.
Meski demikian, pihaknya telah berkoordinasi dengan bupati dan wali kota untuk mempercepat tindak lanjut sesuai arahan pemerintah pusat.
“Bantuan dari Presiden harus benar-benar sampai ke masyarakat,” ujarnya. (rdr/ant)











