PASAMAN BARAT

Pemkab Pasaman Barat Kebut Pemulihan Lahan Pertanian Pascabencana

×

Pemkab Pasaman Barat Kebut Pemulihan Lahan Pertanian Pascabencana

Sebarkan artikel ini
Bupati Pasaman Barat Yulianto saat mendampingi Mentan Amran Sulaiman ke Padang Pariaman. (dok. istimewa)
Bupati Pasaman Barat Yulianto saat mendampingi Mentan Amran Sulaiman ke Padang Pariaman. (dok. istimewa)

PADANG PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab Pasbar) terus mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi melalui berbagai program rehabilitasi dan optimalisasi lahan.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Pasaman Barat, Yulianto, saat menghadiri kunjungan kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Sumatera Barat, Selasa (14/4/2026).

Menurut Yulianto, kunjungan tersebut menjadi momentum bagi daerah untuk memastikan progres program bantuan dari pemerintah pusat berjalan optimal, khususnya di wilayah terdampak.

“Fokus kita adalah mempercepat pemulihan lahan pertanian yang rusak akibat bencana, agar produktivitas petani bisa segera kembali normal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagai daerah terdampak, Pasaman Barat telah mendapatkan alokasi program rehabilitasi dan optimalisasi lahan (oplah) melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat.

Baca Juga  Pemkab Pasaman Barat Vaksinasi 1.800 Sapi Cegah Penyebaran PMK

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Pasaman Barat, sejumlah program telah dan sedang berjalan. Di antaranya, rehabilitasi sawah rusak ringan melalui optimasi lahan seluas 172 hektare yang telah memasuki tahap kontrak.

Selain itu, rehabilitasi sawah rusak sedang seluas 48 hektare serta rehabilitasi tahap awal untuk sawah rusak berat seluas 50 hektare saat ini masih dalam tahap pengusulan.

Tak hanya itu, Pemkab Pasaman Barat juga mendorong optimasi lahan sawah reguler dengan indeks pertanaman di bawah dua seluas 1.000 hektare.

Program ini tengah dalam tahap penyusunan survey investigation design (SID) oleh konsultan dari Universitas Andalas.

Baca Juga  Antisipasi Kebakaran, Pemkab Pasbar Minta Warga yang Mudik Lakukan Ini

Untuk mendukung sistem pengairan, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan 10 unit dam parit yang saat ini masih dalam tahap penyusunan SID.

Sementara itu, bantuan benih padi untuk lahan terdampak seluas 262 hektare disiapkan guna mempercepat pemulihan produksi.

Yulianto menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian di Pasaman Barat.

“Kami berkomitmen mengawal seluruh program ini agar berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi petani,” katanya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Pasaman Barat optimistis produktivitas pertanian akan segera pulih dan kembali mendukung target swasembada pangan nasional. (rdr)