PADANG, RADARSUMBAR.COM – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau langsung pembangunan Gedung Serbaguna Universitas Andalas (Unand) di Kampus Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (9/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Andre didampingi Rektor Unand Efa Yonnedi dan jajaran kampus untuk melihat progres pembangunan yang saat ini telah mencapai sekitar 36 persen.
Andre menjelaskan pembangunan gedung tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaan Rektor Unand Efa Yonnedi pada 2024 lalu agar difasilitasi dukungan pendanaan dari BUMN melalui program CSR. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan turunnya bantuan dari Pertamina sebesar hampir Rp9 miliar.
“Waktu itu Pak Rektor tahun 2024 meminta tolong kepada kami untuk memfasilitasi mencarikan anggaran dana CSR BUMN untuk membangun Gedung Serbaguna. Alhamdulillah kita bisa mendapatkan anggaran dari Pertamina dan sudah mulai dibangun oleh Unand,” kata Andre di sela peninjauan.
Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI memastikan pembangunan gedung tersebut ditargetkan selesai pada 21 Juni 2026 dan siap dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan mahasiswa. “Insya Allah nanti tanggal 21 Juni 2026 sudah selesai. Kita kak kepala BP BUMN Dony Oscaria meresmikan,” ujar Andre yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM).
Andre berharap peresmian gedung serbaguna nantinya dapat menghadirkan pimpinan Badan Pengelola Investasi BUMN (BP BUMN) bersama manajemen Pertamina sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan BUMN dalam mendukung penguatan fasilitas pendidikan tinggi di Sumatera Barat. “Minimal kita atur Kepala BP BUMN yang meresmikan, didampingi oleh manajemen Pertamina,” ujarnya.
Peninjauan pembangunan Gedung Serbaguna Universitas Andalas ini menjadi bagian dari komitmen Andre Rosiade dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah pusat, dan BUMN untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.
Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi juga optimistis pembangunan gedung serbaguna tersebut dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan. “Ya, insya Allah kita bisa selesaikan 21 Juni 2026, setelah itu diresmikan,” kata Efa Yonnedi.
Rektor mengucapkan terima kasih kepada Andre Rosiade yang membuka jalan dibangunnya gedung serbaguna ini. Karena gedung yang ada saat ini sudah sangat padat jadwal sepanjang tahun. “Kalau ini akan kita manfaatkan untuk mahasiswa. Semua kegiatan, iven dan lainnya,” kata Efa Yonnedi.
Rektor menilai gedung serbaguna tersebut akan menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan aktivitas akademik maupun nonakademik. “Ini ruang untuk mahasiswa berkreativitas, kayak co-working space juga bisa kalau untuk perform, event,” katanya.
Peran Perguruan Tinggi
Dalam kesempatan itu Andre juga menyinggung pentingnya peran perguruan tinggi dalam membantu mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang dinilainya masih tertinggal dibandingkan rata-rata nasional. “Pak Rektor, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat sejak 2018 berada di bawah ekonomi nasional dan sampai sekarang jaraknya makin jauh,” kata Andre.
Menurutnya kondisi pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat saat ini bahkan diperkirakan hanya berada di kisaran 2,5 persen. “Per bulan Maret sekitar 2,5 persen saja kemungkinan. Dan itu tertolong dari mana? Pemudik pulang banyak,” ujarnya.
Andre menyebut lemahnya basis industri menjadi salah satu penyebab utama tingginya biaya logistik dan lambatnya pertumbuhan ekonomi di daerah. “Bisa seratus kontainer masuk ke Sumatera Barat, yang berisi itu cuma 30 baliknya, jadi 70-nya kosong. Karena sekali lagi industri tidak ada,” katanya.
Ia menegaskan persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi. “Ambo tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, tapi ini PR tanggung jawab pemerintah provinsi,” tegas Andre.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah, Andre mengatakan pihaknya juga mendorong percepatan pengembangan tambang dalam di Sawahlunto oleh PT Bukit Asam agar dapat segera beroperasi. “Kami berharap kalau bisa akhir 2026 atau awal 2027 sudah mulai menambang dalam di Sawahlunto supaya ekonomi menggeliat dan pelabuhan bisa dipakai balik,” ujarnya.
Selain itu Andre juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan jalan tol di Sumatera Barat yang nilai investasinya mencapai Rp25,6 triliun. “Ambo janji ke Presiden sebelum 2029 tol ini selesai. Pitihnya Rp25,6 triliun. Multiplier effect-nya besar untuk ekonomi dan pariwisata Sumbar,” katanya.
Ia menyebutkan dirinya bahkan telah meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat memimpin rapat koordinasi lintas instansi terkait percepatan pembebasan lahan proyek tol tersebut. “Saya minta Pak Kejati berinisiatif pimpin rapat supaya semua duduk bersama. Kementerian PU, Hutama Karya, BPN, kepala daerah semua diundang,” ujar Andre.
Dalam dialog itu Andre juga menyinggung dampak ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis yang menurutnya memberikan perputaran uang sangat besar di Sumatera Barat. “Coba dicek di BI itu datanya. Sepuluh sampai dua belas triliun putaran uang di Sumbar karena MBG. Insyaallah akhir tahun bisa tembus Rp17 triliun,” katanya.
Ia menjelaskan sebagian besar anggaran program tersebut langsung dirasakan masyarakat karena digunakan untuk belanja bahan pangan lokal. “Tiga ribu untuk karyawan, sepuluh ribu dibuat jadi makanan. Yang manfaatnya siapa? Tukang sayur, tukang lauak, tukang daging, tukang ayam, petani. Artinya 86 persen pitih MBG itu lari ke masyarakat,” ujar Andre.
Andre juga mengingatkan bahwa salah satu tantangan utama perguruan tinggi adalah memastikan lulusan memiliki peluang kerja yang memadai. “PR Pak Rektor itu bagaimana tamatan Unand ini tidak pengangguran. Kece saja ke gubernur, buka investasi, ekonomi bangkit,” katanya. (rdr)











