BERITA

BRIN Soroti Keselamatan Kereta Api, Kembangkan Bantalan Rel Karet Komposit

×

BRIN Soroti Keselamatan Kereta Api, Kembangkan Bantalan Rel Karet Komposit

Sebarkan artikel ini
Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/agr/aa)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji teknologi bantalan rel berbasis karet komposit guna meningkatkan keselamatan dan keamanan transportasi kereta api.

Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian mengatakan, riset tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem keselamatan perkeretaapian, menyusul kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Senin (27/4).

“BRIN telah berkontribusi dalam desain dan riset sistem kereta api, termasuk LRT dan jalur Makassar–Parepare. Kami juga mengembangkan material bantalan rel berbasis karet komposit untuk meningkatkan keselamatan dan عمر pakai infrastruktur,” kata Amarulla dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Selain material rel, BRIN juga mengembangkan sistem keamanan lintasan yang terintegrasi dengan masinis, sehingga potensi kecelakaan dapat diminimalkan melalui sistem proteksi otomatis.

Baca Juga  Nyebrang Perlintasan tanpa Palang Pintu, Tiga Warga Jember Tewas Tertabrak Kereta Api

BRIN turut mengkaji dampak medan magnet dari lokomotif terhadap kendaraan di sekitar lintasan. Medan magnet yang kuat berasal dari sistem kelistrikan lokomotif dan berpotensi memengaruhi kendaraan, termasuk mobil listrik.

“Perlu riset lebih lanjut untuk memastikan apakah medan magnet tersebut berdampak pada kendaraan di sekitar lintasan, serta bagaimana metode netralisasinya,” ujarnya.

Menurut Amarulla, penelitian terkait netralisasi medan magnet menjadi penting untuk mencegah gangguan terhadap lalu lintas kendaraan di sekitar rel kereta api.

Sementara itu, berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.

Baca Juga  Tawuran Anggota Geng di Penjara Ekuador, 43 Narapidana Tewas

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka serta pemakaman korban meninggal akan ditanggung oleh asuransi dan perusahaan.

Para korban telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, serta beberapa rumah sakit swasta di wilayah Bekasi.

Sebagai bagian dari penanganan darurat, KAI juga membuka Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban memperoleh informasi terkait kondisi penumpang dan barang bawaan. (rdr/ant)