BUKITTINGGI

Kebakaran Ruko jadi Alarm, Pemko Bukittinggi Rencanakan Pembelian Mobil Damkar Aerial Ladder

×

Kebakaran Ruko jadi Alarm, Pemko Bukittinggi Rencanakan Pembelian Mobil Damkar Aerial Ladder

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Edi Wahyono/detikcom)

BUKITTINGGI, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Bukittinggi menyiapkan pengadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar) jenis Aerial Ladder untuk mengantisipasi kebakaran di bangunan bertingkat.

Wali Kota Ramlan Nurmatias mengatakan kebutuhan armada tersebut semakin mendesak setelah kebakaran pertokoan tiga lantai yang membutuhkan waktu pemadaman cukup lama.

“Seharusnya kita sudah memiliki Damkar Aerial Ladder. Saat kebakaran ruko lantai dua dan tiga kemarin, kita bahkan harus menurunkan mobil dari Dinas PU,” kata Ramlan, Sabtu (2/5).

Ia menjelaskan, kondisi bangunan di Bukittinggi yang kini semakin tinggi tidak lagi dapat dijangkau optimal oleh armada Damkar standar.

Baca Juga  Pemko Bukittinggi Siapkan Bonus bagi Kafilah yang Berlaga di MTQ ke-40 Sumbar

“Kalau terjadi kebakaran di lantai empat, tidak mungkin disemprot dari bawah secara efektif. Karena itu, keberadaan Aerial Ladder menjadi kebutuhan,” ujarnya.

Namun demikian, Ramlan mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala utama pengadaan armada tersebut.

“Harganya cukup mahal, lebih dari Rp5 miliar. Tapi bagaimanapun, ini tetap akan kita upayakan,” katanya.

Sebelumnya, kebakaran besar melanda ruko tiga lantai serta rumah dan warung warga di kawasan Jembes Tarok pada Jumat (1/5) sekitar pukul 15.45 WIB. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB.

Baca Juga  Kendalikan Inflasi dan Stabilkan Harga Pangan, Pemko Bukittinggi Luncurkan SIHP

Sebanyak 16 unit Damkar dari sembilan kabupaten/kota turut membantu proses pemadaman, di antaranya dari Limapuluh Kota, Payakumbuh, Padang Panjang, Solok, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.

Ramlan menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. “Tanpa dukungan daerah lain, tentu proses pemadaman akan memakan waktu lebih lama,” katanya.

Akibat kebakaran itu, tercatat 17 kepala keluarga terdampak. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (rdr/ant)