SEMARANG, RADARSUMBAR.COM – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyerap langsung aspirasi mahasiswa Minangkabau yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Minang (IKAMMI) Semarang sekaligus menyalurkan bantuan dana guna mendukung penguatan organisasi dan aktivitas kemahasiswaan. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komitmennya memperkuat peran mahasiswa perantau sebagai motor penggerak kegiatan sosial, intelektual, dan kebudayaan di daerah studi.
Dalam dialog tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan kebutuhan mendesak berupa sekretariat atau asrama yang dapat difungsikan sebagai pusat aktivitas organisasi. Saat ini, IKAMMI Semarang yang menaungi ratusan mahasiswa Minang masih menghadapi keterbatasan fasilitas, terutama belum tersedianya sekretariat tetap sebagai ruang koordinasi dan pembinaan.
Menanggapi aspirasi itu, Andre Rosiade langsung memberikan solusi awal berupa bantuan biaya kontrakan sekretariat sebagai langkah jangka pendek. “Untuk sementara sambil menunggu asrama, kita bantu dulu sekretariat. Saya minta segera kirimkan datanya, nanti kita bantu,” ujar Andre, Selasa (28/4/2026).
Sebagai bentuk dukungan konkret, Andre menyalurkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk pembiayaan kontrakan sekretariat. Bantuan tersebut diharapkan menjadi fondasi awal penguatan kelembagaan IKAMMI Semarang, sekaligus menjadi pusat kegiatan diskusi, pengembangan kapasitas mahasiswa, serta ruang kebersamaan mahasiswa Minang di perantauan.
Tak hanya itu, Andre juga memberikan tambahan bantuan Rp15 juta untuk mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan mahasiswa, termasuk rencana turnamen futsal antarorganisasi daerah yang digagas IKAMMI Semarang sebagai sarana mempererat solidaritas mahasiswa perantau lintas daerah.
Selain bantuan langsung, Andre mendorong pengurus IKAMMI Semarang untuk menyampaikan proposal resmi kepada pemerintah daerah terkait kebutuhan pembangunan asrama mahasiswa Minangkabau. Ia menegaskan pentingnya kejelasan status aset dan dukungan pemerintah agar pembangunan fasilitas permanen dapat direalisasikan secara berkelanjutan.
Perwakilan mahasiswa menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan. “Alhamdulillah kita dibantu. Ini sangat membantu, karena sebelumnya masih ada kekurangan dana untuk kegiatan,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan peran mahasiswa Minang di Semarang sebagai duta daerah yang aktif berkontribusi dalam kegiatan akademik, sosial, dan kebangsaan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. (rdr)











