KESEHATAN

Hampir 1 Juta Anak Zero-Dose, Kemenkes Perkuat Program Imunisasi

×

Hampir 1 Juta Anak Zero-Dose, Kemenkes Perkuat Program Imunisasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi - imunisasi pada anak (ANTARA/Pexels)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Kesehatan bersama UNICEF dan World Health Organization menegaskan komitmen memperkuat program imunisasi nasional, dengan fokus menjangkau anak zero-dose dalam momentum Puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026.

Kemenkes mencatat masih terdapat hampir 960.000 anak zero-dose, yaitu anak yang belum menerima imunisasi sama sekali, sehingga menjadi prioritas utama intervensi ke depan.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan penguatan imunisasi rutin menjadi fokus utama pascapandemi COVID-19.

“Setelah pandemi, cakupan imunisasi sempat menurun dan ini menjadi perhatian serius. Imunisasi rutin adalah kunci utama untuk mencegah kejadian luar biasa seperti campak, difteri, atau pertusis,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Baca Juga  BRIN Beberkan Fakta Mengejutkan: Sidat Juara Kandungan Omega-3

Ia memastikan ketersediaan vaksin nasional dalam kondisi aman, bahkan mencukupi hingga sembilan bulan ke depan.

“Kami pastikan tidak ada lagi alasan kekurangan vaksin. Distribusi dan kualitas rantai dingin di daerah juga harus dijaga agar layanan imunisasi optimal,” katanya.

Direktur Imunisasi Kemenkes, Indri, menambahkan momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026 dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia terlindungi melalui imunisasi,” ujarnya.

Perwakilan UNICEF Indonesia, Jean Lokenga, menegaskan imunisasi merupakan hak dasar anak yang harus dipenuhi, termasuk bagi kelompok yang sulit dijangkau.

Baca Juga  Ada 363 Kasus Efek Samping Serius Pasca Vaksin, Belum Ada Kasus Meninggal

“Lebih dari 100 juta dosis vaksin telah disalurkan melalui inisiatif The Big Catch-Up di 36 negara. Ini menunjukkan bahwa semua anak dapat dijangkau dengan komitmen bersama,” katanya.

Sementara itu, perwakilan WHO Indonesia, Olivia, menyebut imunisasi sebagai salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif.

Ia mengapresiasi komitmen Indonesia dalam menyelenggarakan Pekan Imunisasi Dunia secara aktif, meski tantangan seperti menjangkau anak zero-dose dan meningkatkan kepercayaan masyarakat masih perlu diatasi. (rdr/ant)