JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT PLN (Persero) mempercepat proses pemulihan pasokan listrik di wilayah Sumatera yang terdampak gangguan sistem kelistrikan atau blackout pada Jumat (23/5).
Wakil Menteri ESDM, Yuliot, mengatakan pemerintah bersama Kementerian Sekretariat Negara dan PLN terus melakukan koordinasi intensif guna menangani gangguan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.
“Kementerian ESDM sebagai regulator dan pengawas subsektor ketenagalistrikan memberikan perhatian serius terhadap kejadian blackout ini. Kami memahami gangguan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat serta berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah terdampak,” kata Yuliot dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, investigasi teknis dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui akar penyebab gangguan sekaligus menyiapkan langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, mengatakan pemerintah terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap proses pemulihan sistem kelistrikan.
“Pada tahap awal pasca padam meluas, kami telah menerjunkan tim inspektur ketenagalistrikan ke lapangan dan akan diperkuat tim berikutnya untuk melakukan investigasi lebih intensif agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Tri.
Ia menambahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga meminta PLN meningkatkan keandalan backbone sistem kelistrikan Sumatera melalui pembangunan pembangkit dan jaringan transmisi 500 kV/275 kV serta penguatan subsistem di setiap provinsi.
Selain itu, PLN diminta menyiapkan pembangkit maupun infrastruktur blackstart guna mempercepat pemulihan apabila terjadi gangguan serupa di masa mendatang.
“Menteri ESDM memberikan arahan kepada kami untuk memastikan percepatan pembangunan pembangkit di wilayah Sumatera bagian barat agar berjalan dengan baik,” katanya.
Di sisi lain, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan listrik yang terjadi.
Ia memastikan seluruh personel PLN telah bergerak cepat melakukan asesmen, pemulihan sistem transmisi dan gardu induk, serta menyalakan kembali pembangkit secara bertahap dan terkoordinasi.
“Sejak kejadian terjadi, seluruh personel kami langsung bergerak melakukan asesmen, pemulihan sistem transmisi dan gardu induk, serta menyalakan kembali pembangkit secara bertahap dan terkoordinasi,” ujar Darmawan.
PLN mengungkap indikasi awal gangguan berasal dari sistem transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang diduga dipengaruhi faktor cuaca.
Gangguan tersebut kemudian memicu efek domino pada sistem kelistrikan Sumatera sehingga berdampak terhadap sejumlah pembangkit di berbagai wilayah.
Hingga Sabtu pukul 19.00 WIB, PLN mencatat proses pemulihan terus menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total 13,1 juta pelanggan terdampak, lebih dari 8,5 juta pelanggan telah kembali menikmati aliran listrik.
Sementara itu, beban sistem yang berhasil dipulihkan mencapai 3.431,21 MW dari total 5.334 MW yang sebelumnya terdampak. Seluruh gardu induk terdampak, sebanyak 176 unit, juga dilaporkan telah kembali beroperasi. (rdr/ant)












