EKONOMI

Pizza Hut Resmi Dijual Rp48 Triliun, Siapa Pemilik Barunya?

×

Pizza Hut Resmi Dijual Rp48 Triliun, Siapa Pemilik Barunya?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi restoran Pizza Hut. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Jaringan restoran pizza terbesar dunia, Pizza Hut, resmi berganti kepemilikan setelah induk usahanya, Yum Brands, menyepakati penjualan bisnis tersebut dengan nilai total mencapai US$2,7 miliar atau sekitar Rp48,19 triliun.

Dalam transaksi tersebut, Yum Brands menjual bisnis global Pizza Hut kepada perusahaan investasi LongRange Capital senilai US$1,5 miliar atau sekitar Rp26,77 triliun. Sementara bisnis Pizza Hut di China dijual secara terpisah kepada Yum China dengan nilai US$1,2 miliar atau sekitar Rp21,42 triliun.

Keputusan tersebut mengakhiri hubungan panjang Pizza Hut dengan Yum Brands yang telah berlangsung selama beberapa dekade bersama dua merek restoran cepat saji lainnya, yakni KFC dan Taco Bell.

Yum Brands menyatakan penjualan dilakukan setelah manajemen dan dewan direksi menyelesaikan kajian strategis terkait masa depan bisnis Pizza Hut. Perusahaan menilai struktur kepemilikan baru akan memberikan ruang yang lebih luas bagi Pizza Hut untuk berkembang di tengah persaingan industri restoran yang semakin ketat.

Penjualan ini juga menjadi babak baru bagi Pizza Hut yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai tantangan bisnis. Kinerja perusahaan dinilai tertinggal dibanding sejumlah pesaing utama, terutama di pasar Amerika Serikat yang menjadi kontributor terbesar penjualannya.

Baca Juga  Telkomsel dan ZTE Berkolaborasi untuk Konektivitas Kawasan Maritim Indonesia

Perubahan perilaku konsumen dari konsep makan di restoran menuju layanan pesan antar dan bawa pulang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performa bisnis Pizza Hut. Di sisi lain, Domino’s Pizza terus memperkuat pangsa pasar, sementara kehadiran platform layanan pesan antar makanan turut meningkatkan persaingan.

Pada November 2025, Yum Brands mengumumkan tengah mengevaluasi berbagai opsi strategis untuk Pizza Hut. Setelah melalui proses peninjauan, perusahaan memutuskan penjualan menjadi langkah terbaik untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham sekaligus memberikan fokus bisnis yang lebih spesifik bagi merek tersebut.

Dari transaksi tersebut, Yum Brands memperkirakan akan memperoleh dana bersih sekitar US$2,3 miliar atau setara Rp41 triliun setelah dikurangi pajak, biaya transaksi, dan sejumlah penyesuaian lainnya.

Selain itu, perusahaan masih berpotensi menerima tambahan pembayaran hingga US$75 juta dari LongRange Capital sebelum 2030 apabila sejumlah target kinerja tertentu berhasil dicapai.

Meski demikian, Yum Brands memperkirakan akan menanggung biaya satu kali sekitar US$85 juta selama sisa tahun 2026 yang berkaitan dengan proses divestasi tersebut. Saat ini transaksi masih menunggu persetujuan regulator dan ditargetkan rampung pada kuartal III 2026.

Baca Juga  Head of Corporate Communication Elnusa Petrofin Raih Penghargaan Pemimpin Humas Berpengaruh 2021

Pizza Hut didirikan oleh dua bersaudara, Dan dan Frank Carney, di Wichita, Kansas, Amerika Serikat, pada 1958. Setahun kemudian, perusahaan mulai mengembangkan sistem waralaba yang mendorong ekspansi bisnis secara cepat ke berbagai negara.

Pada 1969, Pizza Hut melantai di bursa saham dan hanya dalam dua tahun berhasil menjadi jaringan restoran pizza terbesar di dunia. Status tersebut bertahan selama puluhan tahun sebelum akhirnya digeser oleh Domino’s Pizza pada 2017.

Pizza Hut kemudian menjadi bagian dari PepsiCo pada 1977 sebelum bergabung dengan Yum Brands setelah pemisahan unit bisnis restoran PepsiCo pada 1997.

Berdasarkan data perusahaan, hingga akhir 2025 Pizza Hut mengoperasikan hampir 20 ribu gerai yang tersebar di 108 negara dan wilayah. Jaringan tersebut membukukan penjualan sistem tahunan sebesar US$12,8 miliar.

Amerika Serikat masih menjadi pasar terbesar Pizza Hut dengan kontribusi sekitar 40 persen terhadap total penjualan global. Sementara China berada di posisi kedua dengan kontribusi sekitar 20 persen dari total penjualan perusahaan. (rdr/cnn)