BERITA

Usai Pemadaman Bergilir, PLN Percepat Pasokan Batu Bara untuk PLTU di Jawa

×

Usai Pemadaman Bergilir, PLN Percepat Pasokan Batu Bara untuk PLTU di Jawa

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. (Foto: Dok. PLN)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – PT PLN (Persero) mempercepat pengadaan pasokan batu bara, khususnya batu bara kalori menengah (medium rank coal), guna memastikan kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) tetap terpenuhi.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan percepatan dilakukan melalui penandatanganan kontrak dengan para pemasok batu bara yang telah mendapatkan penugasan dari pemerintah.

“Kami juga mempercepat penandatanganan kontrak kepada para pemasok batu bara, terutama medium rank coal yang sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah,” kata Darmawan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Untuk mempercepat proses tersebut, PLN melakukan koordinasi intensif dengan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno.

Menurut Darmawan, dukungan pemerintah, termasuk alokasi medium rank coal dan arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menjadi langkah penting untuk memperlancar proses penyediaan tenaga listrik.

Baca Juga  Asik Rekap Angka, Bandar Togel Dibekuk Tim Polres Solok

Saat ini, pasokan batu bara kalori menengah mulai disalurkan ke sejumlah PLTU di Pulau Jawa, baik yang dimiliki PLN, mitra PLN, maupun Independent Power Producer (IPP).

Untuk wilayah Jawa bagian barat, pasokan akan disalurkan ke PLTU Pelabuhan Ratu, Lontar, Labuan, Suralaya 1 hingga 8, Jawa 7, Jawa 9 dan 10, serta Indramayu.

Sementara itu, PLTU di Jawa bagian timur yang menerima pasokan meliputi PLTU Paiton 1 dan 2, Paiton 9, Rembang, Pacitan, dan Tanjung Awar-awar.

Dalam kesempatan tersebut, Darmawan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terjadinya pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa.

“Kami atas nama PT PLN (Persero) ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir. Kami memahami kesulitan yang dihadapi masyarakat akibat peristiwa ini,” ujarnya.

Baca Juga  Audiensi Gubernur ke Kemenhan RI, Penyelesaian Monumen Bela Negara Dapat Dukungan Kemenhan

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan kebutuhan batu bara PLN mencapai 154 juta metrik ton per tahun. Dari jumlah tersebut, PLN telah mengamankan kontrak pasokan sekitar 134 juta ton, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 20 juta ton.

Kementerian ESDM menilai kendala utama berada pada ketersediaan batu bara kalori menengah dengan spesifikasi sekitar 5.200 kcal/kg GAR yang menjadi kebutuhan utama sejumlah pembangkit PLN. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah membentuk tim khusus pengadaan batu bara kalori menengah.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang penyesuaian harga batu bara untuk PLN guna menjaga keberlanjutan pasokan dalam negeri. Saat ini harga batu bara untuk kewajiban pasar domestik (DMO) bagi PLN ditetapkan sebesar 70 dolar AS per ton. (rdr/ant)